KONTAN.CO.ID - Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) melonjak ke level tertinggi sejak Juni 2025 pada perdagangan Jumat (15/5/2026), seiring meningkatnya ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) kemungkinan perlu kembali menaikkan suku bunga untuk menahan tekanan inflasi akibat lonjakan harga energi. Melansir Reuters, kekhawatiran inflasi meningkat setelah perang Iran masih belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian, meski gencatan senjata rapuh telah berlangsung lebih dari satu bulan. Baca Juga: AS Sebut China Belum Sepenuhnya Longgarkan Ekspor Rare Earth
Yield Obligasi AS Tembus Level Tertinggi 11 Bulan, Antisipasi Suku Bunga The Fed
KONTAN.CO.ID - Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) melonjak ke level tertinggi sejak Juni 2025 pada perdagangan Jumat (15/5/2026), seiring meningkatnya ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) kemungkinan perlu kembali menaikkan suku bunga untuk menahan tekanan inflasi akibat lonjakan harga energi. Melansir Reuters, kekhawatiran inflasi meningkat setelah perang Iran masih belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian, meski gencatan senjata rapuh telah berlangsung lebih dari satu bulan. Baca Juga: AS Sebut China Belum Sepenuhnya Longgarkan Ekspor Rare Earth