KONTAN.CO.ID - Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang atau Japanese Government Bonds (JGB) bertahan di dekat level tertinggi dalam beberapa dekade pada perdagangan Selasa (29/9/2026). Pasar bersiap menghadapi lelang obligasi JGB tenor 40 tahun di tengah tekanan inflasi dan ekspektasi kenaikan suku bunga.
Baca Juga: Harga Emas Stabil di US$ 4.123 Selasa (29/9), Ekspektasi Bunga The Fed Jadi Beban Mengutip
Reuters, imbal hasil JGB tenor 10 tahun naik 0,5 basis poin (bps) menjadi 3,090%. Level tersebut masih berada di dekat posisi tertinggi 30 tahun sebesar 3,115% yang dicapai pada pekan lalu. Imbal hasil obligasi bergerak berlawanan arah dengan harga. Kenaikan yield mencerminkan tekanan terhadap harga obligasi di pasar. Tekanan juga terjadi di pasar obligasi global setelah imbal hasil US Treasury meningkat ke level tertinggi dalam beberapa tahun. Kenaikan tersebut dipicu kekhawatiran inflasi akibat lonjakan harga minyak serta ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) masih berpotensi menaikkan suku bunga.
Baca Juga: Pertemuan Trump-Xi Minim Hasil, Hubungan AS-China Masih Dibayangi Kebuntuan Lelang JGB tenor 40 tahun Kementerian Keuangan Jepang dijadwalkan melelang sekitar 300 miliar yen atau sekitar US$ 1,91 miliar JGB tenor 40 tahun pada Selasa. Lelang tersebut akan menjadi perhatian investor karena imbal hasil obligasi tenor panjang Jepang telah berada di level tinggi. Setelah lelang 40 tahun, pemerintah Jepang juga akan menggelar lelang surat utang tenor dua tahun pada Rabu. Ekonom Senior Sony Financial Group Takayuki Miyajima mengatakan, imbal hasil JGB 40 tahun yang baru diterbitkan berada di dekat rekor tertinggi. Kondisi tersebut berpotensi menarik permintaan dari perusahaan asuransi jiwa, asuransi umum maupun investor asing. Namun, pasar JGB juga menghadapi sejumlah tekanan. "Spekulasi mengenai kenaikan suku bunga tambahan oleh Bank of Japan (BOJ), ekspektasi kenaikan suku bunga terminal, serta kekhawatiran mengenai ekspansi fiskal masih membebani pasar," kata Miyajima dalam catatannya.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Lagi Selasa (29/9), Brent Tembus US$ 105,91 per Barel Yield tenor panjang tetap tinggi Imbal hasil JGB tenor 40 tahun, yang merupakan tenor terpanjang Jepang, bertahan di 4,225%. Sementara itu, imbal hasil JGB tenor 20 tahun dan 30 tahun masing-masing stabil di 3,915% dan 4,170%. Untuk tenor dua tahun yang paling sensitif terhadap perubahan kebijakan suku bunga BOJ, imbal hasil bertahan di 1,965%. Sedangkan yield JGB tenor lima tahun tidak berubah di 2,420%, hanya sedikit di bawah level tertinggi sepanjang masa yang dicapai pada Senin.
Baca Juga: Atasi Hambatan Keuangan dan Politik, Merger Perusahaan Tambang Bakal Marak? Pergerakan pasar obligasi Jepang selanjutnya akan dipengaruhi oleh hasil lelang JGB tenor 40 tahun serta ekspektasi investor terhadap arah kebijakan BOJ. Kenaikan harga minyak dan imbal hasil obligasi AS juga menjadi faktor eksternal yang berpotensi menjaga tekanan terhadap pasar obligasi global. Pada perdagangan tersebut, nilai tukar berada di sekitar 157,43 yen per dolar AS.