Yield Obligasi Jepang Dekati Rekor, Pasar Menanti Lelang 20 Tahun



KONTAN.CO.ID - Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang (Japanese Government Bond/JGB) bertahan di dekat level tertinggi multi-dekade pada Rabu (20/5/2026), menjelang lelang obligasi tenor 20 tahun yang akan menguji sentimen pasar obligasi yang tengah tertekan.

Melansir Reuters, Imbal hasil JGB tenor 10 tahun turun tipis 0,5 basis poin menjadi 2,795%, setelah naik selama tujuh hari berturut-turut hingga menyentuh level tertinggi dalam 29 tahun pada perdagangan Selasa.

Baca Juga: Vance Pastikan Perang AS-Iran Tak Berlangsung Lama, Tekanan Politik Trump Menguat


Sementara itu, imbal hasil JGB tenor 40 tahun yang merupakan tenor terpanjang menyentuh level tertinggi sepanjang sejarah di 4,395% pada sesi sebelumnya. Imbal hasil obligasi bergerak berlawanan arah dengan harga.

Kekhawatiran inflasi yang masih tinggi, dipicu oleh kenaikan harga minyak dan konflik di Iran, menjadi faktor utama yang menekan pasar obligasi global.

Imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (Treasury) dan obligasi Jerman (bunds) juga ikut melanjutkan pelemahan.

Kementerian Keuangan Jepang dijadwalkan melelang obligasi tenor 20 tahun senilai sekitar 700 miliar yen (US$ 4,40 miliar) pada hari yang sama. Imbal hasil JGB tenor 20 tahun tercatat naik ke 3,8% pada Selasa, level tertinggi sejak Agustus 1996.

Baca Juga: IPO SpaceX Makin Dekat: Goldman Rebut Posisi Nomor Satu untuk Underwriter?

“Lonjakan tajam premi tenor JGB sejalan dengan meningkatnya premi risiko inflasi,” tulis analis Barclays, Ayao Ehara dan Shinichiro Kadota dalam sebuah laporan.

“Kami memperkirakan hasil lelang akan lemah sebagai skenario dasar.”

Tekanan tambahan juga berasal dari prospek fiskal Jepang, seiring ekspektasi meningkatnya penerbitan obligasi untuk mendanai anggaran tambahan pemerintah.

Di sisi kebijakan moneter, Bank of Japan (BoJ) memberikan sinyal lebih hawkish yang memicu spekulasi kenaikan suku bunga pada pertemuan Juni.

Baca Juga: Usai Trump, Xi “Pamer” Diplomasi Teh: Putin Datang ke Beijing Bahas Dunia Multipolar

Gubernur BoJ Kazuo Ueda pada Selasa mengakui kenaikan cepat imbal hasil jangka panjang dan menyatakan pihaknya akan terus memantau pasar obligasi secara ketat.

Sementara itu, data Produk Domestik Bruto (PDB) Jepang kuartal I yang tumbuh 2,1% secara tahunan, lebih kuat dari perkiraan juga memperkuat pandangan bahwa ekonomi Jepang mampu bertahan di tengah potensi kenaikan biaya pinjaman.

Imbal hasil obligasi tenor dua tahun, yang paling sensitif terhadap kebijakan BoJ, tercatat di 1,44%, level tertinggi sejak Mei 1995.

Adapun imbal hasil tenor lima tahun stabil di 2,025% setelah sempat menyentuh rekor tertinggi pada hari sebelumnya.