Yield Obligasi Jepang Sentuh Level Tertinggi 27 Tahun, Dipicu Kekhawatiran Inflasi



KONTAN.CO.ID - Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun (Japanese Government Bonds/JGB) naik ke level tertinggi dalam hampir tiga dekade pada Senin (6/4/2026), seiring meningkatnya kekhawatiran inflasi global dan memudarnya harapan pemangkasan suku bunga di Amerika Serikat (AS).

Melansir Reuters, yield JGB tenor 10 tahun tercatat naik 2 basis poin (bps) menjadi 2,400%, level tertinggi sejak Februari 1999. Kenaikan yield mencerminkan penurunan harga obligasi di pasar.

Baca Juga: Terungkap: India Diam-diam Borong Minyak Iran di Tengah Konflik


Lonjakan ini terjadi di tengah kekhawatiran investor terhadap tekanan inflasi yang dipicu konflik di Timur Tengah, khususnya setelah meningkatnya tensi terkait Selat Hormuz yang menjadi jalur utama perdagangan minyak dunia.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya kembali meningkatkan tekanan terhadap Iran dengan ancaman akan menargetkan infrastruktur penting jika Selat Hormuz tidak segera dibuka.

Pernyataan tersebut turut mendorong kenaikan harga minyak global.

Di sisi lain, data tenaga kerja AS yang kuat juga memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), akan menahan suku bunga lebih lama.

Data nonfarm payrolls menunjukkan penambahan lapangan kerja yang melampaui ekspektasi, sementara tingkat pengangguran turun menjadi 4,3%.

Baca Juga: China Siap Bekerja Sama dengan Rusia untuk Redakan Perang Timur Tengah

Kondisi ini membuat pelaku pasar menilai peluang penurunan suku bunga dalam waktu dekat semakin kecil, sehingga turut menekan pasar obligasi global, termasuk Jepang.

Selain tenor 10 tahun, yield obligasi Jepang tenor lima tahun juga naik 2 bps menjadi 1,815%. Sementara itu, pergerakan yield tenor lainnya masih terbatas pada awal perdagangan.