KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek penurunan suku bunga acuan di Indonesia semakin menghadapi tantangan seiring meningkatnya tekanan inflasi global dan terbatasnya ruang pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat. Kondisi ini berpotensi menjaga imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) tetap tinggi hingga akhir 2026 sekaligus membuat Bank Indonesia (BI) menahan BI-Rate lebih lama. Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia Budi Frensidy memproyeksikan, yield SBN masih akan bergerak pada level tinggi seiring meningkatnya inflasi Amerika Serikat dan semakin terbatasnya ruang bagi bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), untuk memangkas suku bunga.
Yield SBN Berpotensi Naik, BI Diprediksi Tahan Suku Bunga hingga Awal 2027
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek penurunan suku bunga acuan di Indonesia semakin menghadapi tantangan seiring meningkatnya tekanan inflasi global dan terbatasnya ruang pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat. Kondisi ini berpotensi menjaga imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) tetap tinggi hingga akhir 2026 sekaligus membuat Bank Indonesia (BI) menahan BI-Rate lebih lama. Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia Budi Frensidy memproyeksikan, yield SBN masih akan bergerak pada level tinggi seiring meningkatnya inflasi Amerika Serikat dan semakin terbatasnya ruang bagi bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), untuk memangkas suku bunga.
TAG: