KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memperkirakan yield atau imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) bakal turun pada 2026. Ini karena penerbitan SBN pada 2026 diproyeksi meningkat. Selain itu, ada juga masih adanya potensi pemangkasan suku bunga Bank Indonesia (BI) ke depannya. Staf Ahli Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) Bambang Sri Mulyadi menilai, penurunan tingkat suku bunga acuan BI akan diikuti turunnya kupon obligasi pemerintah maupun obligasi korporasi. Baca Juga: CIMB Niaga Auto Finance Harap Pembiayaan Modal Kerja Berkontribusi 8,8% di Tahun 2026
Yield SBN Diperkirakan Turun di 2026, Imbal Hasil Dana Pensiun Bakal Terseret
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memperkirakan yield atau imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) bakal turun pada 2026. Ini karena penerbitan SBN pada 2026 diproyeksi meningkat. Selain itu, ada juga masih adanya potensi pemangkasan suku bunga Bank Indonesia (BI) ke depannya. Staf Ahli Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) Bambang Sri Mulyadi menilai, penurunan tingkat suku bunga acuan BI akan diikuti turunnya kupon obligasi pemerintah maupun obligasi korporasi. Baca Juga: CIMB Niaga Auto Finance Harap Pembiayaan Modal Kerja Berkontribusi 8,8% di Tahun 2026
TAG: