Yield SBN Diperkirakan Turun di 2026, Imbal Hasil Dana Pensiun Bakal Terseret



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memperkirakan yield atau imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) bakal turun pada 2026. Ini karena penerbitan SBN pada 2026 diproyeksi meningkat. Selain itu, ada juga masih adanya potensi pemangkasan suku bunga Bank Indonesia (BI) ke depannya.

Staf Ahli Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) Bambang Sri Mulyadi menilai, penurunan tingkat suku bunga acuan BI akan diikuti turunnya kupon obligasi pemerintah maupun obligasi korporasi. 

Baca Juga: CIMB Niaga Auto Finance Harap Pembiayaan Modal Kerja Berkontribusi 8,8% di Tahun 2026


Melihat data terakhir per Oktober 2025, ADPI mencatat industri dana pensiun menempatkan investasi di obligasi korporasi berkisar 35% dan SBN hingga 35%.

Jadi, porsinya lebih dari 85% ditempatkan di fixeds income baik pada bonds dan deposito yang tentunya berpengaruh pada penurunan suku bunga BI, sehingga ada potensi bunga juga turun.

Dengan demikian, terdapat potensi Return of Investment (RoI) industri dana pensiun sedikit lebih rendah pada 2025. "Dengan demikian, RoI dana pensiun untuk 2026 akan sedikit lebih rendah," katanya kepada Kontan, Selasa (30/12).

Lebih lanjut, ADPI berharap dana pensiun yang mempunyai aset besar dapat sedikit meningkatkan portofolio di saham untuk memanfaatkan capitals gains guna meningkatkan RoI ke depannya.

Bambang mengatakan peluang membaiknya pasar equity dapat dimanfaatkan oleh dana pensiun dengan meningkatkan alokasi di saham dengan selektif. Dengan catatan, penempatan mesti dilakukan pada saham yang fundamental baik secara selektif dan hati-hati. 

Meskipun demikian, terdapat juga tantangan yang dapat memengaruhi RoI dana pensiun. Bambang bilang adanya kinerja keuangan, termasuk emiten obligasi korporasi, yang kurang baik akan memengaruhi kinerja investasi dana pensiun.

Baca Juga: Direktur Keuangan Kredit Plus Mengundurkan Diri

Berdasarkan kinerja terakhir industri dana pensiun, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat angka Return of Investment (RoI) industri dana pensiun mengalami peningkatan sebesar 1,45% secara YoY, dengan posisi Oktober 2025 sebesar 7,03%.

Adapun total aset per Oktober 2025 tumbuh sebesar 9,82% secara Year on Year (YoY), dengan nilai mencapai Rp 1.647,49 triliun. Untuk program pensiun sukarela, total aset mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,52% YoY, dengan nilai mencapai Rp 400,44 triliun.

Selanjutnya: OJK: Kontribusi Pasar Saham Terhadap PDB Capai 72% di Tahun 2025

Menarik Dibaca: 5 Drakor Populer Sutradara Shin Won Ho, Garap Reply 1988 yang Legendaris

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News