KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pergerakan yield atau imbal hasil SBN diprediksi bergerak sideways pada semester II – 2026 karena dipengaruhi sentimen geopolitik global, suku bunga global hingga kebijakan fiskal domestik. Mengutip data Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI), yield SBN tenor 10 tahun di level 7,24%. Sementara yield SBN tenor 5 tahun di level 7,20%. Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet mengatakan, prospek yield obligasi negara pada semester kedua 2026 pergerakannya cenderung sideways dengan bias turun secara bertahap. Ruang penurunan tetap ada, terutama jika ketegangan geopolitik di Timur Tengah mereda sehingga tekanan terhadap harga minyak berkurang dan rupiah menjadi lebih stabil. Namun, penurunannya kemungkinan tidak terlalu dalam karena suku bunga global masih relatif tinggi dan pemerintah tetap memiliki kebutuhan penerbitan SBN yang besar untuk pembiayaan APBN.
Yield SBN Diprediksi Bergerak Sideways, Simak Strategi Yang Bisa Dilakukan Investor
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pergerakan yield atau imbal hasil SBN diprediksi bergerak sideways pada semester II – 2026 karena dipengaruhi sentimen geopolitik global, suku bunga global hingga kebijakan fiskal domestik. Mengutip data Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI), yield SBN tenor 10 tahun di level 7,24%. Sementara yield SBN tenor 5 tahun di level 7,20%. Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet mengatakan, prospek yield obligasi negara pada semester kedua 2026 pergerakannya cenderung sideways dengan bias turun secara bertahap. Ruang penurunan tetap ada, terutama jika ketegangan geopolitik di Timur Tengah mereda sehingga tekanan terhadap harga minyak berkurang dan rupiah menjadi lebih stabil. Namun, penurunannya kemungkinan tidak terlalu dalam karena suku bunga global masih relatif tinggi dan pemerintah tetap memiliki kebutuhan penerbitan SBN yang besar untuk pembiayaan APBN.