KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Yield Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun mulai menunjukkan tren penurunan ke level 6,7% setelah sempat mendekati 7% pada periode Maret-April 2026. Meski demikian, level tersebut masih tergolong tinggi dibandingkan posisi awal tahun 2026 yang berada di kisaran 6,0%. Kondisi yield yang relatif tinggi dinilai membawa dampak berbeda bagi investor obligasi. Di satu sisi, kenaikan yield menekan harga obligasi yang sudah beredar di pasar sehingga memicu potensi capital loss bagi investor lama. Namun di sisi lain, kondisi ini justru membuka peluang menarik bagi investor baru. Ekonom Universitas Andalas, Syafruddin Karimi, mengatakan bahwa kenaikan yield membuat instrumen obligasi menjadi lebih menarik dari sisi imbal hasil maupun peluang capital gain ke depan.
Yield SBN Masih Tinggi, Momentum Menarik bagi Investor Baru?
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Yield Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun mulai menunjukkan tren penurunan ke level 6,7% setelah sempat mendekati 7% pada periode Maret-April 2026. Meski demikian, level tersebut masih tergolong tinggi dibandingkan posisi awal tahun 2026 yang berada di kisaran 6,0%. Kondisi yield yang relatif tinggi dinilai membawa dampak berbeda bagi investor obligasi. Di satu sisi, kenaikan yield menekan harga obligasi yang sudah beredar di pasar sehingga memicu potensi capital loss bagi investor lama. Namun di sisi lain, kondisi ini justru membuka peluang menarik bagi investor baru. Ekonom Universitas Andalas, Syafruddin Karimi, mengatakan bahwa kenaikan yield membuat instrumen obligasi menjadi lebih menarik dari sisi imbal hasil maupun peluang capital gain ke depan.
TAG:
- inflasi
- Investor Baru
- Obligasi Negara
- CDS
- SBN
- imbal hasil obligasi
- Investasi Obligasi
- Surat Berharga Negara
- Strategi Investasi Obligasi
- Capital Gain
- Inflasi Indonesia
- Syafruddin Karimi
- Yield SBN
- Investasi SBN
- Risiko Obligasi
- profil risiko investor
- tenor obligasi
- capital loss
- capital loss obligasi
- real yield
- Capital Gain Obligasi
- SBN Tenor 10 Tahun
- strategi investasi SBN
- risiko pasar obligasi