Yield SBN Naik, Yield Obligasi Korporasi Ikut Terkerek pada September 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Yield surat utang korporasi masih berada di level relatif tinggi pada September 2026. Kenaikan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) turut mendorong kenaikan yield obligasi korporasi di tengah tekanan pasar keuangan.

PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) mencatat, per 30 September 2026, yield obligasi pemerintah tenor tiga tahun berada di sekitar 6,95%.

Sementara itu, yield obligasi korporasi dengan tenor yang sama mencapai 7,47% untuk peringkat AAA, 7,74% untuk AA, 8,59% untuk A, dan 10,74% untuk BBB.


Jika dibandingkan dengan posisi awal September, yield obligasi pemerintah tenor tiga tahun meningkat sekitar 21 basis points (bps).

Baca Juga: Penerbitan Obligasi Korporasi Pulih di September 2026, Capai Rp 19,47 triliun

Pada periode yang sama, yield obligasi korporasi naik sekitar 18 bps untuk peringkat AAA, 24 bps untuk AA, 24 bps untuk A, dan 26 bps untuk BBB.

"Pola tersebut menunjukkan bahwa kenaikan biaya pendanaan korporasi terutama mengikuti kenaikan yield acuan pemerintah, sementara premi risiko kredit relatif tidak banyak berubah," jelas Suhindarto Chief Economist PEFINDO Suhindarto kepada Kontan, Jumat (2/10/2026).

Memang, jika dilihat yield obligasi pemerintah tenor tiga tahun saat ini telah melonjak hingga 33,5% bila dibandingkan tahun lalu (YoY). Kata Suhindarto, kenaikan yield US Treasury juga turut memberikan tekanan terhadap pasar obligasi negara berkembang.

Pada akhir September, yield US Treasury 10 tahun sempat berada di sekitar 5,27%, sementara rupiah pernah bergerak melewati Rp 18.000 per dolar AS. Kondisi tersebut pun akhirnya mendorong investor meminta imbal hasil yang lebih tinggi pada aset negara berkembang.

Baca Juga: Obligasi Korporasi Diprediksi Ramai Lagi Kuartal IV 2026, Ini Pemicunya

Di sisi domestik, Bank Indonesia (BI) juga mempertahankan BI-Rate di level 5,75% pada September. Dengan demikian, ruang penurunan biaya pendanaan korporasi dari sisi suku bunga kebijakan masih terbatas.  

Mempertimbangkan kondisi tersebut, Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet memperkirakan kupon obligasi korporasi berperingkat AAA hingga AA dengan tenor tiga sampai lima tahun diperkirakan berada di kisaran 7,3%-7,8% di sisa 2026.

Sementara itu, untuk obligasi dengan peringkat A, kisaran kupon 8,2%-8,8% masih diperkirakan masih cukup realistis, tergantung pada tenor dan kualitas penerbit.

“Untuk rating BBB, investor tentu akan meminta premi yang lebih tinggi karena risiko kreditnya juga meningkat,” jelas Yusuf.

Baca Juga: Penerbitan Obligasi Korporasi Kuartal IV Diproyeksi Rp 24 Triliun-Rp 33 Triliun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News