Yield SUN 10 tahun diprediksi berkisar 6,41%-6,48%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) diperkirakan naik pada perdagangan Kamis (22/2). Hal ini seiring dengan naiknya imbal hasil global dan potensi melemahnya kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat.

Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Ahmad Mikail mengatakan, kenaikan imbal hasil global dipicu hasil risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang dirilis kemarin.

Pejabat The Federal Reserves menilai kenaikan pertumbuhan ekonomi dan inflasi menjadi justifikasi untuk terus menaikkan suku bunga secara bertahap. Bank sentralĀ  yakin inflasi bisa mencapai target 2%. Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun melambung ke posisi tertinggi empat tahun yaitu di 2,95%.


Ahmad memprediksi, yield SUN seri acuan 10 tahun akan bergerak di kisaran 6,41%-6,48% pada perdagangan hari ini. Ia merekomendasikan seri FR0064, FR0036, FR0035, FR0043, FR0063, FR0059, dan FR0046.

Sebelumnya, Analis Fixed Income MNC Sekuritas, I Made Adi Saputra mengatakan, imbal hasil SUN pada perdagangan Rabu (21/2) bergerak terbatas dengan arah yang bervariasi di tengah meredanya tekanan terhadap kurs rupiah jelang disampaikannya notulensi FOMC.

Perubahan tingkat imbal hasil SUN pada perdagangan kemarin berkisar 1-4 bps. Sementara, imbal hasil SUN tenor pendek (1-4 tahun) berubah berkisar 1-3 bps, dengan perubahan harga hingga sebesar 10 bps.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini