Yield Tinggi, Menkeu Suahasil Sebut Penerbitan SBN Akan Cermati Kondisi Pasar



KONTAN.CO.ID-JAKARTA.  Di tengah tren kenaikan yield atau imbal hasil surat utang pemerintah di pasar, Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) akan mencermati kondisi pasar keuangan di sisa akhir tahun 2026.

Suahasil menyebut pihaknya di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terus memantau pergerakan yield SBN yang berubah setiap hari, khususnya di pasar sekunder.

Pergerakan tersebut menjadi salah satu acuan pemerintah dalam menentukan strategi penerbitan SBN berikutnya.


Baca Juga: Yield SBN Naik, Pemerintah Diminta Selektif Terbitkan Surat Utang hingga Akhir 2026

Untuk diketahui, berdasarkan data per 4 November 2026, yield SBN tenor 10 tahun berada di level 7,70%. Sementara itu, yield SBN tenor 5 tahun tercatat sebesar 7,51% dan tenor 1 tahun sebesar 6,82%.

Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Keuangan masih memiliki target kuota penerbitan SBN sebesar Rp 302 triliun di kuartal IV untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan APBN 2026.

Suahasil menyebut, pemerintah tidak hanya mencermati pergerakan yield, tetapi juga mempertimbangkan kondisi pasar secara keseluruhan serta kapasitas fiskal dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan.

"Kalau pertanyaannya apakah penerbitan ke depan masih sesuai dengan target, tentu kita terus melakukan pemantauan bagaimana kondisi market, bagaimana ketahanan kita," ujar Suahasil dalam konferensi pers rapat berkala KSSK, Selasa (3/11/2026).

Ia menjelaskan, pemerintah masih memiliki sejumlah instrumen untuk menjaga ketahanan pembiayaan APBN. Di antaranya melalui ketersediaan saldo kas, Saldo Anggaran Lebih (SAL), serta penempatan dana pemerintah.

Baca Juga: Ekonom Minta Pemerintah Tawarkan Yield SBN Lebih Tinggi, Ini Kisaran Idealnya

Menurut Suahasil, berbagai instrumen tersebut menjadi bantalan bagi pemerintah dalam mengelola kebutuhan pembiayaan di tengah dinamika pasar keuangan.

Meski demikian, Kemenkeu tetap akan mengomunikasikan perkembangan penerbitan SBN kepada pelaku pasar, termasuk jumlah SBN yang telah diterbitkan dan kebutuhan penerbitan yang tersisa hingga akhir tahun.

Menurut Suahasil, strategi penerbitan SBN akan terus disesuaikan dengan pemantauan kondisi pasar dan komunikasi dengan investor.

Baca Juga: Yield SBN Tembus 7,7%, Ini Strategi Kemenkeu Jaga Pembiayaan APBN

"Yang namanya penerbitan SBN itu selalu kita komunikasikan kepada market, berapa yang sudah diterbitkan dan sisa tahunnya bisa dihitung. Sehingga rencana penerbitan itu akan terus kita lakukan pemantauan pasar dan juga komunikasi ke pasar," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News