KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Merosotnya imbal hasil (yield) US Treasury akibat gejolak pasar global tidak serta-merta memicu masuknya dana ke pasar Surat Berharga Negara (SBN). Meski selisih imbal hasil (spread) makin melebar, derasnya aliran modal asing (inflow) ke instrumen domestik masih tertahan oleh tingginya premi risiko Indonesia. Ekonom Universitas Andalas Syafruddin Karimi menekankan bahwa pergerakan modal asing ke pasar domestik tidak semata-mata merespons lebarnya selisih imbal hasil, terlebih jika pemicu utamanya adalah sentimen penghindaran risiko di pasar global. Yield US Treasury 10 tahun sempat merosot 19,8 basis poin hingga ditutup pada level 4,951%. Penurunan drastis ini murni didorong oleh aksi flight to quality, di mana investor global memburu aset aman (safe haven) menyusul krisis fiskal dan politik di Prancis yang kian memburuk, serta kekhawatiran pasar atas lonjakan utang emiten teknologi raksasa demi mendanai infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
Yield US Treasury Terjun Imbas Risk Off, Derasnya Inflow SBN Masih Tertahan CDS
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Merosotnya imbal hasil (yield) US Treasury akibat gejolak pasar global tidak serta-merta memicu masuknya dana ke pasar Surat Berharga Negara (SBN). Meski selisih imbal hasil (spread) makin melebar, derasnya aliran modal asing (inflow) ke instrumen domestik masih tertahan oleh tingginya premi risiko Indonesia. Ekonom Universitas Andalas Syafruddin Karimi menekankan bahwa pergerakan modal asing ke pasar domestik tidak semata-mata merespons lebarnya selisih imbal hasil, terlebih jika pemicu utamanya adalah sentimen penghindaran risiko di pasar global. Yield US Treasury 10 tahun sempat merosot 19,8 basis poin hingga ditutup pada level 4,951%. Penurunan drastis ini murni didorong oleh aksi flight to quality, di mana investor global memburu aset aman (safe haven) menyusul krisis fiskal dan politik di Prancis yang kian memburuk, serta kekhawatiran pasar atas lonjakan utang emiten teknologi raksasa demi mendanai infrastruktur kecerdasan buatan (AI).