JAKARTA. Pemerintah sepertinya belum bulat, dalam menggulirkan wacana pengurangan jam kerja bagi perempuan. Sebab, ternyata ide itu masih mendapat kritikan dari internal pemerintah. Salah satunya adalah menteri pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (PP dan PA) Yohana Yembise. Yohana menilai, rencana pengurangan jam kerja hingga tiga jam bagi perempuan sangat diskriminatif. Sebelumnya wacana ini muncul dari kantor wakil presiden Jusuf kalla (JK). Menurut JK, pengurangan jam kerja ini akan diberikan kepada ibu yang masih memiliki anak hingga kelas 6 sekolah dasar.
Yohana menolak pengurangan jam kerja perempuan
JAKARTA. Pemerintah sepertinya belum bulat, dalam menggulirkan wacana pengurangan jam kerja bagi perempuan. Sebab, ternyata ide itu masih mendapat kritikan dari internal pemerintah. Salah satunya adalah menteri pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (PP dan PA) Yohana Yembise. Yohana menilai, rencana pengurangan jam kerja hingga tiga jam bagi perempuan sangat diskriminatif. Sebelumnya wacana ini muncul dari kantor wakil presiden Jusuf kalla (JK). Menurut JK, pengurangan jam kerja ini akan diberikan kepada ibu yang masih memiliki anak hingga kelas 6 sekolah dasar.