YOII Cermati Faktor yang Berpotensi Mengerek Biaya Klaim Asuransi Kendaraan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan asuransi PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) tetap mencermati sejumlah faktor yang berpotensi meningkatkan biaya klaim pada lini asuransi kendaraan bermotor ke depannya.

Corporate Secretary PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) Rahmat Dwiyanto mengatakan faktor yang dicermati, yakni akibat kenaikan harga suku cadang, biaya perbaikan kendaraan, serta pengaruh pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap komponen impor.

"Kondisi tersebut berpotensi memberikan tekanan terhadap rasio klaim apabila tidak diimbangi dengan pengelolaan risiko dan pricing yang memadai," ucapnya kepada kontan, Jumat (7/8/2026).


Baca Juga: BSI Hadirkan 71 Lapak di Pasar Tradisional, Bidik Pedagang dan UMKM

Dalam menyiasati kondisi tersebut, Rahmat menyampaikan perusahaan akan tetap mengembangkan lini asuransi kendaraan bermotor secara terukur dan prudent, dengan fokus pada kualitas portofolio dibandingkan pertumbuhan volume semata. 

Dia bilang strategi utama yang dilakukan, meliputi penerapan underwriting yang lebih selektif, segmentasi risiko yang lebih presisi, serta pemantauan berkala terhadap perkembangan biaya klaim dan kondisi pasar.

Hingga saat ini, Rahmat menyebut kinerja lini kendaraan bermotor perusahaan masih berjalan sesuai dengan rencana bisnis yang telah ditetapkan. Dia bilang lini asuransi kendaraan bermotor yang dipasarkan sejak awal 2025 masih berkontribusi di bawah 5% dari total portofolio premi YOII.

Asal tahu saja, berdasarkan laporan keuangan perusahaan di situs resmi, YOII mencatatkan premi bruto sebesar Rp 211,76 miliar pada Semester I-2026. Nilai klaim yang dibukukan mencapai Rp 56,45 miliar. 

Baca Juga: Ekonom: Pertumbuhan Dana Jumbo di Bank Pertanda Korporasi Belum Agresif Berinvestasi

Sementara itu, YOII juga angkat bicara terkait keputusan OJK yang menunda rencana penyesuaian tarif premi kendaraan bermotor dan harta benda atau properti sebagai perubahan atas Surat Edaran (SEOJK) Nomor 6/SEOJK.05/2017 tentang Penetapan Tarif Premi atau Kontribusi pada Lini Usaha Asuransi Harta Benda dan Asuransi Kendaraan Bermotor. 

Mengenai hal itu, Rahmat menyampaikan YOII akan terus mencermati perkembangan kebijakan OJK terkait penyesuaian tarif. Dia bilang perusahaan akan melakukan penyesuaian strategi pricing maupun risk appetite apabila ketentuan baru telah diterbitkan. 

"Dengan pendekatan tersebut, kami optimistis lini kendaraan bermotor tetap memiliki prospek yang baik hingga akhir tahun dengan tetap menjaga profitabilitas dan kualitas portofolio," ujar Rahmat. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News