Yuan China Bertahan Menguat untuk Pekan Keempat, PBOC Terus Topang Nilai Tukar



KONTAN.CO.ID - Nilai tukar yuan China menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (23/7/2026), didukung penetapan kurs acuan (fixing) yang tetap kuat oleh bank sentral China meskipun permintaan terhadap dolar sebagai aset safe haven masih tinggi.

Mengutip Reuters, yuan di pasar domestik (onshore) naik 0,09% menjadi 6,7691 per dolar AS. Sementara itu, yuan di pasar luar negeri (offshore) juga menguat sekitar 0,09% ke level 6,7690 per dolar AS pada perdagangan Asia.

Baca Juga: Intel dan AMD Meneken Kesepakatan Jangka Panjang CPU Server dengan Klien China


Pergerakan yuan sepanjang sesi pagi relatif terbatas, seiring menguatnya dolar AS akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan kekhawatiran terhadap inflasi yang dipicu lonjakan harga minyak.

Indeks dolar AS terakhir berada di level 101,11, mendekati posisi tertinggi dalam sepekan.

Meski demikian, yuan masih mencatat penguatan sekitar 0,1% sepanjang pekan ini dan berada di jalur kenaikan mingguan keempat berturut-turut.

Analis Bank of America memperkirakan, pasangan nilai tukar USD/CNY akan bergerak di kisaran saat ini dalam jangka pendek karena indeks dolar masih mendapat dukungan.

Namun, mereka tetap optimistis terhadap prospek yuan dalam jangka menengah berkat kuatnya kinerja ekspor China.

Baca Juga: Forum Keamanan ASEAN Dimulai, Perang Timur Tengah dan Laut China Selatan Jadi Sorotan

Menurut Bank of America, penjualan devisa oleh eksportir China yang lebih besar dari perkiraan juga akan terus menopang nilai tukar yuan.

Sebelum pasar dibuka, People's Bank of China (PBOC) menetapkan kurs tengah (midpoint) di level 6,7906 per dolar AS, yang merupakan posisi terkuat sejak Februari 2023. Nilai tersebut hanya 194 pips lebih lemah dibandingkan estimasi Reuters.

Di China, yuan diperbolehkan bergerak dalam kisaran ±2% dari kurs tengah yang ditetapkan PBOC setiap hari.

Para analis menilai PBOC secara konsisten menetapkan kurs acuan yang relatif kuat dalam beberapa pekan terakhir meskipun dolar AS menguat secara global.

Hal ini mengindikasikan pembuat kebijakan mulai lebih nyaman dengan penguatan bertahap yuan.

Sementara itu, analis BCA Research memperkirakan nilai tukar USD/CNY akan tetap stabil hingga akhir 2026.

Baca Juga: Mata Uang Asia Bergerak Terbatas Kamis (23/7), Won Korea Selatan Menguat Paling Besar

Menurut mereka, kuatnya ekspor China dan besarnya surplus transaksi berjalan akan terus mengimbangi lemahnya permintaan domestik, sementara pemerintah tetap memprioritaskan stabilitas nilai tukar.

BCA Research memperkirakan pasangan USD/CNY akan bergerak di kisaran 6,70 hingga 6,85 sepanjang sisa tahun ini.