KONTAN.CO.ID - SHANGHAI. Mata uang China, yuan, bertahan di dekat level tertinggi dalam tiga tahun terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (12/5), menjelang pertemuan penting antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping pekan ini. Kedua pemimpin dijadwalkan bertemu di Beijing pada 14-15 Mei 2026. Pertemuan tersebut diperkirakan akan membahas sejumlah isu strategis, mulai dari perdagangan, teknologi, Taiwan, hingga kecerdasan buatan atau
artificial intelligence (AI).
Baca Juga: Trump Sebut Proposal Iran Sampah, Gencatan Senjata Terancam Gagal Melansir
Reuters, kunjungan tersebut juga menjadi lawatan pertama presiden AS ke China dalam hampir satu dekade terakhir. Pelaku pasar menilai sentimen terhadap yuan masih akan positif selama berlangsungnya pertemuan tingkat tinggi tersebut. Hal itu terjadi setelah nilai tukar yuan di pasar domestik berhasil menembus level psikologis 6,80 per dolar AS dan mencapai posisi tertinggi dalam tiga tahun pada perdagangan sebelumnya. Secara bulanan, yuan telah menguat sekitar 0,5% terhadap dolar AS. Sementara sejak awal tahun 2026, penguatan mata uang China tersebut telah mencapai sekitar 3%. Pada perdagangan Selasa pagi, yuan domestik dibuka di level 6,7972 per dolar AS dan terakhir diperdagangkan di posisi 6,7932 per dolar AS.
Baca Juga: Hedge Fund Global Banjiri Asia, Pembelian Tertinggi ke Bursa Korsel, Jepang & Taiwan Strategis UBS menilai ekspektasi pasar yang relatif rendah terhadap hasil pertemuan Trump-Xi justru membuka peluang munculnya kejutan positif apabila kedua negara menunjukkan komitmen membangun kerangka dialog yang lebih stabil dan berkelanjutan. “Kami tetap konstruktif terhadap yuan offshore,” tulis UBS dalam catatannya. Yuan offshore sendiri diperdagangkan di level 6,7918 per dolar AS pada perdagangan Asia, menguat tipis sekitar 0,01%. Sementara itu, analis Goldman Sachs menilai penguatan yuan tidak hanya dipengaruhi sentimen jangka pendek dari pertemuan Trump-Xi, tetapi juga ditopang faktor fundamental yang lebih kuat.
Baca Juga: Pemerintahan Trump Pinjamkan 53,3 Juta Barel Minyak dari Cadangan Strategis AS Menurut Goldman Sachs, surplus eksternal China kini mendekati level tertinggi sepanjang sejarah dibandingkan produk domestik bruto (PDB) global. Kondisi tersebut mencerminkan daya saing ekspor China yang masih sangat kuat dan nilai tukar yuan yang dinilai masih undervalued.
Sebelum pasar dibuka, bank sentral China atau People's Bank of China (PBOC) menetapkan kurs tengah yuan di level 6,8426 per dolar AS, menjadi level terkuat sejak Maret 2023. Di China, yuan diperbolehkan bergerak dalam kisaran 2% di atas atau di bawah kurs tengah harian yang ditetapkan bank sentral. PBOC juga menegaskan akan tetap menjalankan kebijakan moneter yang longgar secara terukur guna mendukung permintaan domestik dan inovasi teknologi. Di sisi lain, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia terpantau stabil di dekat level 98 pada perdagangan Asia pagi ini.