Yuk, berburu tape ketan di kuningan (1)



Setiap daerah di Indonesia pasti memiliki sentra oleh-oleh yang menjajakan aneka  buah tangan khas daerah. Tak terkecuali di daerah Kuningan, Jawa Barat. Sentra oleh-oleh khas daerah ini berada di pusat kota, tepatnya di Jalan Siliwangi, Kelurahan Cijoho, Kuningan. Berdiri sejak tahun 2000-an, sentra oleh-oleh ini diramaikan sekitar 20 pedagang. Akses menuju lokasi sentra ini tidak sulit.

Ketika memasuki gerbang Kabupaten Kuningan, kurang lebih 15 menit, Anda bisa melihat jajaran toko oleh-oleh di bagian sisi kanan jalan raya. Setiap pengunjung bisa memarkirkan kendaraannya di depan toko. Sentra oleh-oleh ini menjajakan aneka makanan khas daerah Kuningan, seperti tape ketan, rengginang, opak ketan bakar, kesimping, pisang sale, gemblong, sirup jeruk nipis, jenisa, dan banyak lagi.

Ero Suhara, salah seorang pedagang di sentra ini mengaku sudah berjualan di tempat ini sejak tahun 2001. Pertama kali merintis usaha, Ero hanya menjual tape ketan dan jeruk nipis peras di samping trotoar. "Setelah dapat modal saya bangun kios dan mulai bermunculan pedagang lainnya," ujarnya.


Menurut Ero, dari sekian banyak panganan yang dijajakannya, hampir semua pengunjung mencari tape ketan dan sirup jeruk nipis. Harga jual tape ketan dalam satu ember hitam besar dibanderol Rp 65.000 isi 100 buah. Sementara ember kecil seharga Rp 55.000-Rp 60.000 isi 80 buah-85 buah tape ketan.

Ada pun harga sirup jeruk nipis peras botol dijual Rp 25.000 dan jeruk nipis siap minum seharga Rp 50.000. Untuk oleh-oleh lain seperti rengginang dihargai Rp 20.000, pisang sale Rp 15.000, dan kesimping Rp 15.000.

Lantaran tape ketan paling laris, Ero pun lebih banyak menjual panganan ini. Dalam sehari Ero bisa menjual lima  sampai 10 ember tape ketan, dan dua hingga lima botol jeruk nipis peras. Dari penjualan tersebut, sebulan ia bisa meraup omzet Rp 19,5 juta untuk tape ketan dan Rp 7,5 juta untuk jeruk nipis. Bila digabungkan, omzetnya sekitar Rp 27 juta. Belum ditambah omzet dari penjualan panganan lainnya.

Jumlah ini masih belum seberapa dibanding musim liburan panjang, seperti Lebaran, libur anak sekolah, atau akhir tahun. Saat musim liburan, terutama Lebaran, ia ia bisa menyediakan 2.000 ember tape ketan dalam seminggu.

Pedagang lainnya adalah Ani Suryani. Ia telah berjualan di tempat ini sejak 2005. Di kiosnya, Ani fokus menjual tape ketan dan jeruk nipis peras. Di kiosnya, Ani juga  juga menjajakan kebutuhan sehari-hari, seperti sampo, sabun mandi, telur, dan gula.

Harga panganan di kios Ani relatif sama dengan kios lainnya. Untuk tape ketan ember besar isi 100 buah dihargai Rp 65.000 dan Rp 55.000 untuk ember kecil isi 80 buah. Sedangkan sirup jeruk nipis peras dihargai Rp 20.000 dan jeruk nipis siap minum Rp 50.000 isi 10 botol.

Dalam sehari, ia bisa menjual lima ember tape ketan dan 10 bungkus jeruk nipis peras. Omzet yang didapatnya Rp 9,7 juta untuk tape ketan dan Rp 15 juta untuk jeruk nipis peras. "Itu belum termasuk produk lain," kata Ani.                       

(Bersambung)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News