Setiap daerah di Indonesia pasti memiliki sentra oleh-oleh yang menjajakan aneka buah tangan khas daerah. Tak terkecuali di daerah Kuningan, Jawa Barat. Sentra oleh-oleh khas daerah ini berada di pusat kota, tepatnya di Jalan Siliwangi, Kelurahan Cijoho, Kuningan. Berdiri sejak tahun 2000-an, sentra oleh-oleh ini diramaikan sekitar 20 pedagang. Akses menuju lokasi sentra ini tidak sulit. Ketika memasuki gerbang Kabupaten Kuningan, kurang lebih 15 menit, Anda bisa melihat jajaran toko oleh-oleh di bagian sisi kanan jalan raya. Setiap pengunjung bisa memarkirkan kendaraannya di depan toko. Sentra oleh-oleh ini menjajakan aneka makanan khas daerah Kuningan, seperti tape ketan, rengginang, opak ketan bakar, kesimping, pisang sale, gemblong, sirup jeruk nipis, jenisa, dan banyak lagi. Ero Suhara, salah seorang pedagang di sentra ini mengaku sudah berjualan di tempat ini sejak tahun 2001. Pertama kali merintis usaha, Ero hanya menjual tape ketan dan jeruk nipis peras di samping trotoar. "Setelah dapat modal saya bangun kios dan mulai bermunculan pedagang lainnya," ujarnya.
Yuk, berburu tape ketan di kuningan (1)
Setiap daerah di Indonesia pasti memiliki sentra oleh-oleh yang menjajakan aneka buah tangan khas daerah. Tak terkecuali di daerah Kuningan, Jawa Barat. Sentra oleh-oleh khas daerah ini berada di pusat kota, tepatnya di Jalan Siliwangi, Kelurahan Cijoho, Kuningan. Berdiri sejak tahun 2000-an, sentra oleh-oleh ini diramaikan sekitar 20 pedagang. Akses menuju lokasi sentra ini tidak sulit. Ketika memasuki gerbang Kabupaten Kuningan, kurang lebih 15 menit, Anda bisa melihat jajaran toko oleh-oleh di bagian sisi kanan jalan raya. Setiap pengunjung bisa memarkirkan kendaraannya di depan toko. Sentra oleh-oleh ini menjajakan aneka makanan khas daerah Kuningan, seperti tape ketan, rengginang, opak ketan bakar, kesimping, pisang sale, gemblong, sirup jeruk nipis, jenisa, dan banyak lagi. Ero Suhara, salah seorang pedagang di sentra ini mengaku sudah berjualan di tempat ini sejak tahun 2001. Pertama kali merintis usaha, Ero hanya menjual tape ketan dan jeruk nipis peras di samping trotoar. "Setelah dapat modal saya bangun kios dan mulai bermunculan pedagang lainnya," ujarnya.