Yunani curi perhatian investor emas



JAKARTA. Perhatian pasar terhadap hasil pertemuan Yunani dan Eropa pada Jumat mendatang (24/4) membuat penguatan dollar AS seakan terlupa sesaat. Kesempatan ini diambil emas untuk bergerak menguat tipis.

Mengutip Bloomberg, Kamis (23/4) pukul 15.26 WIB harga emas kontrak pengiriman Juni 2015 di Commodity Exchange tercatat bergerak menguat tipis 0,16% di level US$ 1.188 per ons troi dibanding penutupan hari sebelumnya. Namun, harga emas dalam sepekan terakhir masih terlempar 0,83%.

Agus Chandra, Research and Analyst PT Monex Investindo Futures mengatakan bahwa penguatan harga emas ini menyusul antisipasi pasar terhadap rilis data jobless claims AS dan pertemuan Eropa dan Yunani. Begitu pun Agus melihat ini sebagai pergerakan sideways yang masih rentan tergelincir.


Dari sisi permasalahan bailout Yunani, pelaku pasar masih harus menanti apakah ditemukan kesepakatan atau tidak. “Jika ada kesepakatan maka EUR bisa rebound dan ini membuat USD koreksi. Kesempatan ini bisa diambil emas untuk mempertahankan penguatan,” duga Agus. Namun, jika masih buntu, maka penguatan index dollar akan semakin tajam dan emas semakin terpuruk.

Sebelumnya pada Rabu (22/4) rilis data penjualan rumah eksisting di AS Maret 2015 naik 6,1% menjadi 5,19 juta dari sebelumnya hanya 4,89 juta. Angka ini merupakan penjualan rumah baru tertinggi AS sejak September 2013 silam. Efeknya, index USD Kamis (23/4) pukul 14.45 WIB menyentuh level 98,38 atau naik 0,46% dari hari sebelumnya.

“Saat ini dan dalam beberapa waktu ke depan fokus hanya berasal dari rilis data-data ekonomi Amerika Serikat,” kata Agus. Alhasil, pergerakan harga emas masih sangat rentan terkoreksi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia