Zelenskiy Sebut Putin Siapkan 300.000 Tentara Baru untuk Perang Ukraina



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menyebut Rusia tengah menyiapkan perekrutan hingga 300.000 tentara baru untuk memperkuat perang di Ukraina.

Rekrutmen itu diperkirakan dilakukan setelah pemilihan parlemen Rusia pada 18–20 September 2026.

Zelenskiy mengatakan tambahan pasukan tersebut menjadi bagian dari rencana Rusia memperkuat kekuatan militernya. Ia memperkirakan Moskow dapat menambah pasukan hingga mencapai total 500.000 personel pada 2027.


“Kami meyakini mobilisasi itu tidak akan berlangsung di kota-kota pusat,” kata Zelenskiy.

Baca Juga: Putin Berikan Keringanan Utang untuk Rekrutmen Tentara Baru Perang Ukraina

Menurut Zelenskiy, Rusia kemungkinan akan mengandalkan mobilisasi dari wilayah-wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan. Ia menilai langkah tersebut sulit disembunyikan sepenuhnya.

Di medan perang, pasukan Rusia terus berupaya merebut wilayah Donbas yang masih dikuasai Ukraina. Pertempuran sengit berlangsung di sekitar Kostiantynivka, salah satu kota strategis dalam jalur pertahanan Ukraina di wilayah timur.

Zelenskiy menyebut Rusia menanggung kerugian besar dalam upaya menembus pertahanan Ukraina. Di sisi lain, Kyiv mengklaim berhasil merebut kembali sejumlah wilayah di Ukraina bagian tenggara.

Rusia tingkatkan produksi rudal

Selain menambah pasukan, Rusia disebut meningkatkan kemampuan serangan rudalnya. Zelenskiy memperkirakan Rusia sedang membangun kapasitas produksi hingga 1.300 rudal balistik per tahun.

Serangan udara Rusia menjadi tantangan besar bagi Ukraina, terutama karena pasokan rudal pencegat untuk sistem pertahanan udara Patriot menurun.

Ukraina diperkirakan menerima 264 pencegat Patriot pada 2026, turun dari 364 unit pada 2025 dan 675 unit pada 2023.

Pada saat yang sama, Ukraina meningkatkan serangan drone terhadap infrastruktur ekonomi Rusia, termasuk kilang minyak dan gudang milik perusahaan ritel daring.

Kyiv menilai fasilitas tersebut memiliki peran penting dalam mendukung mesin perang Rusia.

Baca Juga: Vladimir Putin: Perang Ukraina Mulai Mendekati Titik Akhir

Presiden Rusia Vladimir Putin merespons serangan tersebut dengan menyebut Ukraina telah membuka “kotak Pandora”. Moskow mengancam akan membalas dengan menyerang sektor ekonomi Ukraina yang dianggap paling sensitif.

Ukraina juga mulai bersiap menghadapi kemungkinan gelombang serangan Rusia terhadap jaringan energi saat musim dingin. Angkatan udara Ukraina meminta sekitar 360 rudal pencegat untuk menghadapi ancaman serangan tersebut.

Zelenskiy mengatakan Ukraina telah mencapai kesepakatan dengan Prancis untuk memperoleh sedikitnya satu sistem pertahanan udara SAMP/T tahun ini.

Jerman juga disebut akan memasok sekitar 600 rudal pencegat PAC-2 dan PAC-3 secara bertahap hingga 2028.

Di tengah kebutuhan pertahanan yang meningkat, Ukraina menghadapi kesenjangan pendanaan sekitar US$27 miliar pada 2026. Kebutuhan tersebut membengkak setelah belanja perang pada paruh pertama tahun ini lebih tinggi dari perkiraan.

Baca Juga: Putin Disebut Siapkan Eskalasi Perang, Targetkan Kuasai Seluruh Donbas

Zelenskiy mengatakan Ukraina membutuhkan sedikitnya US$8 miliar untuk memulai 2027 secara normal. Selain itu, sekitar US$20 miliar diperlukan untuk membiayai gaji personel militer, pembayaran kepada keluarga tentara yang gugur, serta kebutuhan lainnya.