Zelenskiy: Ukraina, AS, dan Rusia Berpeluang Bertemu di KTT G20



KONTAN.CO.ID - KYIV. Ukraina, Amerika Serikat, dan Rusia mungkin dapat bertemu selama KTT G20 di AS. Namun, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan pada hari Sabtu (17/10) bahwa baik Washington maupun Moskow belum mengonfirmasi pertemuan tersebut, dan lokasi lain pun masih dimungkinkan.

Kelompok 20 ekonomi utama (G20)  dijadwalkan akan mengadakan pertemuan puncak di Miami pada bulan Desember.

"Pertemuan tersebut bisa saja berlangsung di Amerika Serikat selama KTT G20. Namun, belum ada konfirmasi baik dari Rusia maupun Amerika Serikat. Pertemuan itu juga bisa diadakan di salah satu negara Eropa," ujar Zelenskiy kepada para wartawan dalam sebuah obrolan media melalui WhatsApp.


Baca Juga: Zelenskiy Peringatkan Ancaman Rudal Rusia dari Belarus ke Ukraina Barat

Ia menambahkan, pertemuan ini bisa saja berlangsung di salah satu negara Timur Tengah. Amerika Serikat secara konsisten menyebut Uni Emirat Arab atau Arab Saudi sebagai opsi."

Zelenskiy mengungkapkan bahwa para negosiator Ukraina telah berbicara dengan pejabat AS pada hari Jumat, namun ia tidak memberikan perincian lebih lanjut. 

Ia juga menyatakan bahwa Eropa memerlukan jalur tersendiri untuk melakukan pembicaraan dengan Rusia, mengingat hubungan kedua pihak sedang tegang akibat perang yang dilancarkan Moskow di Ukraina.

Presiden AS Donald Trump telah menolak untuk menjatuhkan sanksi yang lebih berat terhadap Rusia terkait perang yang telah berlangsung selama lebih dari empat tahun tersebut. 

Zelenskiy pun sempat mengkritik Trump karena mencabut sanksi atas ekspor bahan bakar diesel Rusia.

Starlink

Zelenskiy mengatakan bahwa militer Ukraina tidak dapat menggunakan pesawat nirawak (drone) pencegat untuk melawan serangan drone Rusia karena adanya pembatasan kecepatan pada layanan yang disediakan oleh perusahaan satelit Starlink.

"Saat ini, drone pencegat kami tidak beroperasi karena adanya pembatasan kecepatan tersebut," kata Zelenskiy.

Ia menyebutkan bahwa pihak Ukraina telah diberitahu bahwa pembatasan kecepatan itu disebabkan oleh masalah teknis. Namun, pengujian Starlink di wilayah Uni Eropa menunjukkan bahwa tidak ada kendala serupa di sana.

Pada hari Jumat, Trump menyatakan bahwa menurutnya, baik dirinya maupun Elon Musk tidak bertanggung jawab atas hilangnya akses Starlink yang berdampak pada operasi militer Ukraina melawan Rusia. 

Pengurangan layanan yang disediakan oleh perusahaan satelit tersebut mengganggu komunikasi dengan kantor pusat dan menyebabkan kecepatan internet menurun.

Baca Juga: Zelenskiy: Pembatasan Kecepatan Starlink Hambat Ukraina Cegat Drone Rusia