KONTAN.CO.ID – KYIV. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan telah melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk membahas upaya mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari empat tahun antara Ukraina dan Rusia. Percakapan tersebut berlangsung menjelang pertemuan Kelompok Tujuh (G7) di Evian-les-Bains, Prancis, pekan ini, di mana para pemimpin negara-negara maju dijadwalkan membahas perkembangan perang Rusia-Ukraina. Dalam unggahan di Telegram pada Minggu (14/6/2026), Zelensky mengatakan dirinya juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-80 kepada Trump sekaligus mengapresiasi bantuan yang telah diberikan Washington kepada Ukraina selama konflik berlangsung.
"Saya mendoakan Presiden Trump meraih keberhasilan dalam segala hal, terutama dalam upayanya mengakhiri perang Rusia terhadap Ukraina," ujar Zelensky.
Baca Juga: Harga Minyak Anjlok ke Level Terendah Sejak Maret, Dipicu Kesepakatan Awal AS-Iran Bahas Peluang Perdamaian dan Kondisi Medan Tempur
Menjelang agenda G7 yang akan mempertemukan para pemimpin Amerika Serikat dan negara-negara ekonomi maju lainnya, Zelensky mengatakan dirinya dan Trump turut membahas posisi para mitra internasional terkait penyelesaian konflik. "Kami membicarakan apa yang dapat membantu mendekatkan perdamaian saat ini, dan saya memberikan pembaruan kepada presiden mengenai perkembangan terbaru di medan perang serta bagaimana posisi kami semakin menguat. Kami memiliki beberapa gagasan yang baik yang dapat membantu mempercepat terwujudnya perdamaian," kata Zelensky. Dalam pidato video malam harinya, Zelensky juga mengungkapkan bahwa dirinya dan Trump telah sepakat untuk bertemu secara langsung di sela-sela rangkaian pertemuan di Evian-les-Bains. Menurutnya, dukungan Amerika Serikat tetap menjadi faktor penting dalam upaya Ukraina mewujudkan perdamaian bersama sekutu-sekutunya di Eropa. "Ini adalah hal paling penting yang kita semua inginkan, dan sangat penting bahwa masyarakat Amerika sepenuhnya mendukung keinginan Ukraina untuk mencapai perdamaian yang bermartabat," ujarnya.
Baca Juga: Bank of England Diperkirakan Tahan Suku Bunga 3,75% Meski Inflasi Mengintai Negosiasi Perdamaian Masih Mengalami Kebuntuan
Upaya perundingan yang dimediasi Amerika Serikat untuk mengakhiri perang sejauh ini dilaporkan masih mengalami kebuntuan, di tengah fokus Washington yang juga tertuju pada konflik di Iran. Meski demikian, dalam beberapa pekan terakhir Zelensky menilai perubahan situasi di medan tempur yang lebih menguntungkan Ukraina telah membuka peluang baru untuk mencapai kesepakatan damai.
Zelensky Kembali Ajak Putin Bertemu Langsung
Awal bulan ini, Zelensky juga mengirim surat terbuka kepada Presiden Rusia Vladimir Putin yang berisi ajakan untuk melakukan pembicaraan tatap muka guna mencapai kesepakatan gencatan senjata. Usulan tersebut mendapat dukungan dari para pemimpin Inggris, Prancis, dan Jerman setelah pertemuan mereka dengan Zelensky di London pekan lalu. Ketiga negara menegaskan bahwa Eropa siap mengambil peran dalam proses perdamaian. Namun, Putin menyatakan tidak melihat kebutuhan untuk bertemu langsung dengan Zelensky. Ia juga menegaskan bahwa pasukan Rusia terus mengalami kemajuan di medan perang.
Baca Juga: KTT G7 di Prancis, Kesepakatan Awal AS-Iran Jadi Sorotan Utama Selain itu, Rusia tetap mempertahankan tuntutannya agar Ukraina menyerahkan wilayah tambahan sebagai syarat perdamaian, sebuah usulan yang hingga kini ditolak tegas oleh pemerintah di Kyiv.
Ukraina Kembali Minta Tambahan Sistem Patriot
Dalam percakapannya dengan Trump, Zelensky secara khusus menyampaikan apresiasi atas bantuan militer Amerika Serikat, terutama pasokan rudal antitank Javelin dan sistem pertahanan udara Patriot. Pada akhir bulan lalu, Zelensky juga mengirim surat kepada Trump dan anggota Kongres Amerika Serikat untuk meminta peningkatan pengiriman sistem Patriot. Menurut pemerintah Ukraina, Patriot menjadi satu-satunya sistem pertahanan yang efektif dalam persenjataan negara tersebut untuk menghadapi serangan rudal balistik Rusia.