ZONE Optimistis Kinerja Kuartal I-2026 Meningkat Terdongkrak Momentum Lebaran



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten ritel fesyen, PT Mega Perintis Tbk (ZONE) optimistis melihat prospek kinerja pada kuartal I-2026, seiring momentum Ramadan dan Lebaran yang menjadi periode puncak penjualan industri fesyen.

Direktur Utama ZONE, Franxiscus Afat Adinata Nursalim, menyatakan bahwa periode kuartal pertama ini diyakini menjadi awal pemulihan industri ritel fesyen, setelah menghadapi tekanan daya beli dan ketidakpastian global dalam beberapa tahun terakhir.


“Selain karena ada momentum Lebaran, beberapa upaya pemerintah untuk mendongkrak daya beli masyarakat juga diharapkan mulai berdampak,” ungkap Franxiscus, kepada Kontan.co.id, Minggu (4/1/2026).

Untuk mengoptimalkan momentum tersebut, ZONE telah menyiapkan koleksi Lebaran 2026 sejak kuartal IV-2025. Perseroan menghadirkan berbagai koleksi busana muslim dengan desain menarik, kualitas terjaga, serta harga terjangkau.

Baca Juga: Mega Perintis (ZONE) Bidik Penjualan Naik Hingga 15% pada Periode Nataru 2025/2026

Produk tersebut tersedia melalui department store, toko merek milik sendiri seperti MANZONE, MINIMAL, dan MOC, serta kanal penjualan online.

“Sehingga kami jauh lebih siap menyambut peningkatan permintaan menjelang Lebaran, dengan koleksi-koleksi pakaian muslim dengan desain menarik dan berkualitas,” tuturnya.

Dengan kesiapan produk dan distribusi tersebut, manajemen menargetkan peningkatan penjualan pada periode Lebaran 2026 dibandingkan Lebaran tahun sebelumnya.

“ZONE menargetkan peningkatan sales di Lebaran 2026 dibandingkan Lebaran tahun lalu, sehingga ini akan berdampak langsung pada kinerja ZONE di kuartal I-2026,” kata Franxiscus.

Di sisi lain, Franxiscus menyebut kinerja perseroan di sepanjang 2025 masih cukup tertekan, terutama dari sisi penjualan.

Meski demikian, sudah ada peningkatan secara profitabilitas yang searah dengan strategi manajemen dalam mengantisipasi tren fesyen ritel yang masih belum kondusif.

 
ZONE Chart by TradingView

“Manajemen ZONE melakukan konsolidasi internal di 2025, menahan ekspansi paralel meningkatkan kontribusi channel online,” tutup dia.

Jika merujuk kinerja hingga kuartal ketiga, penjualan bersih ZONE terpantau turun tipis 1,60% menjadi Rp 536,80 miliar, dibandingkan Rp 545,58 miliar pada periode yang sama tahun 2024.

Sedangkan untuk laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 11,43 miliar, meningkat 9,11% dari laba bersih di 2024 yang senilai Rp 10,47 miliar.

Selanjutnya: Harga Biodiesel Naik Jadi Rp 13.631 per Liter pada Januari 2026

Menarik Dibaca: Cara Mudah Mencari Tambahan Penghasilan untuk Kebutuhan yang Mendesak

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News