KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mega Perintis Tbk (
ZONE) melihat tahun 2026 sebagai periode yang penuh tantangan bagi industri ritel fesyen, terutama terkait daya beli masyarakat dan dinamika geopolitik global yang memengaruhi pola konsumsi. Direktur Utama ZONE, Franxiscus Afat Adinata Nursalim, mengatakan sejak tahun 2024 industri ini menghadapi tekanan daya beli yang membuat konsumen cenderung menunda belanja fesyen dan memprioritaskan kebutuhan pokok.
Kondisi tersebut mendorong perseroan untuk menyiapkan strategi yang lebih adaptif. “ZONE melakukan antisipasi dengan melakukan efisiensi di berbagai aspek, termasuk menunda ekspansi secara offline dan meningkatkan penjualan secara online,” ungkap Franxiscus kepada Kontan.co.id, Minggu (4/1/2025).
Baca Juga: Mega Perintis (ZONE) Bidik Penjualan Naik Hingga 15% pada Periode Nataru 2025/2026 Sejak dua tahun terakhir, ZONE secara bertahap meningkatkan kontribusi penjualan dari kanal daring. Sementara untuk pasar offline, perseroan melakukan terobosan dengan menghadirkan konsep toko yang lebih besar melalui penggabungan MANZONE & MINIMAL dalam satu gerai, yang menyatukan fashion pria dan wanita untuk memberikan pengalaman belanja yang lebih menarik. Dari sisi pengembangan merek, ZONE tetap fokus memperkuat portofolio yang ada, yakni MANZONE, MINIMAL, MOC, dan EDWIN (jeans/denim). Perseroan secara konsisten menghadirkan produk-produk baru dengan desain, kualitas, dan harga yang relevan dengan kebutuhan konsumen. “Secara umum, ZONE menyambut 2026 dengan lebih optimistis dan mempersiapkan pertumbuhan yang lebih sehat, sehingga ZONE dapat tetap menjadi perusahaan dengan merek lokal yang menjadi pilihan masyarakat Indonesia,” tutur Franxiscus.
Di sisi lain, ZONE juga siap menyambut momentum Ramadan dan Lebaran di kuartal I-2026, yang menjadi periode puncak penjualan industri fesyen. Franxiscus menyebut periode kuartal pertama ini diyakini menjadi awal pemulihan industri ritel fesyen, setelah menghadapi tekanan daya beli dan ketidakpastian global dalam beberapa tahun terakhir.
“Selain karena ada momentum Lebaran, beberapa upaya pemerintah untuk mendongkrak daya beli masyarakat juga diharapkan mulai berdampak,” sebutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News