KONTAN.CO.ID - Pemerintah tengah menyiapkan dua regulasi baru untuk mempercepat pelaksanaan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Hal itu ditegaskan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas dalam konferensi pers di kantornya, Senin (20/4/2026). "Yang kami kerjakan sekarang Inpres Tata Kelola dan Keppres mengenai pengadaan Sumber Daya Manusia (SDM)," kata Zulhas.
Meski regulasinya belum rampung, Zulhas memastikan pemerintah sudah menyiapkan sistem tata kelola yang baik agar KDMP dapat berjalan efektif sesuai tujuan pembentukannya. Zulhas menjelaskan KDMP dibangun untuk memudahkan akses masyarakat desa terhadap pusat-pusat logistik, pusat-pusat keuangan, hingga berbagai aktivitas ekonomi yang menunjang kesejahteraan masyarakat. Zulhas juga menyebut KDMP nantinya akan bekerja sama dengan Bulog untuk menjadi off taker produk petani, mulai dari gabah hingga jagung. "Koperasi nanti jualnya ke Bulog itulah gunanya mobil truck atau mobil pickup untuk mengangkut gabah, mengangkut jagung, jadi kalau nggak harga di bawah HET, koperasi beli," lanjutnya. Tak hanya menyerap produk pertanian, KDMP juga akan diberikan fasilitas cold storage untuk menampung hasil nelayan. Dengan fasilitas tersebut, KDMP diharapkan dapat memperkuat rantai pasok pangan dari daerah.
Baca Juga: Bahlil Tegas: Pejabat dan Orang Mampu Jangan Beralih ke Pertalite Saat Harga BBM Naik Selain itu, KDMP juga ditargetkan menjadi pemasok bahan baku untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), sehingga distribusi bahan pangan bisa lebih dekat dari sumber produksi. KDMP juga akan diarahkan menjadi gerai penyalur bantuan sosial pemerintah. Menurut Zulhas, penyaluran melalui KDMP dapat mempercepat distribusi bantuan agar lebih tepat sasaran.
Selanjutnya, KDMP juga disiapkan untuk memberikan dukungan pendanaan bagi masyarakat desa yang ingin mengembangkan usaha.
Tonton: Menakar Dampak Kenaikan Harga BBM Non Subsidi dan LPG 12 Kg terhadap Inflasi "Jadi rakyat di situ, kalau dia mengembangkan usaha dan sebagainya, tidak usah ke rentenir lagi. Pemerintah akan memberikan bunga 6%, bunga KUR untuk memperpendek akses dan jarak," pungkasnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News