Zurich Life Nilai Obligasi Jadi Instrumen Paling Menarik bagi Asuransi Jiwa pada 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Zurich Topas Life (Zurich Life) menilai obligasi masih menjadi instrumen investasi yang paling menarik bagi industri asuransi jiwa, khususnya untuk alokasi non-unitlink. 

Director Investment and Risk Management Zurich Life Santy Gui mengatakan obligasi pemerintah memiliki karakteristik likuiditas tinggi, imbal hasil menarik, serta mampu memenuhi kebutuhan aset dan liabilitas jangka panjang perusahaan. 

"Oleh karena itu, Zurich Life lebih memilih fokus alokasi investasinya pada instrumen obligasi, khususnya obligasi pemerintah," ungkapnya kepada Kontan, Jumat (3/4).


Lebih lanjut, Santy menyampaikan penempatan investasi di saham dilakukan secara terbatas sesuai prinsip kehati-hatian dan penyesuaian aset terhadap liabilitas. Dengan demikian, fokus utama Zurich Life tetap pada instrumen yang stabil dan tinggi likuiditas.

Sementara itu, Santy mengungkapkan Zurich Life menerapkan sejumlah strategi dalam mengelola investasi pada 2026. Dia menyebut strategi pengelolaan investasi non-unitlink Zurich Life pada 2026 menitikberatkan pada penerapan Asset Liability Management (ALM), yang mana mengutamakan investasi pada instrumen yang stabil dan memiliki likuiditas tinggi, seperti surat berharga pemerintah.

"Ke depannya, kami tetap membuka peluang untuk diversifikasi ke instrumen lain yang menawarkan imbal hasil menarik dengan risiko yang terukur, mengikuti dinamika dan perkembangan pasar yang ada," kata Santy.

Jika menilik laporan keuangan di situs resmi perusahaan, Zurich Life mencatatkan total investasi sebesar Rp 2,59 triliun pada 2025. Adapun alokasi terbesarnya memang berada di instrumen Surat Berharga Negara (SBN), dengan nilai mencapai Rp 1,42 triliun atau porsinya mencapai 54,83%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News