KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mandiri Institute mengungkapkan jumlah kelas menengah di Indonesia turun dari 47,9 juta orang pada 2024, menjadi 46,7 juta orang pada 2025 atau turun sekitar 1,1 juta orang. PT Zurich Topas Life (Zurich Life) memandang kondisi ini sebagai peluang untuk menyasar pasar asuransi kelas menengah lebih luas. "Zurich Life melihat dinamika ini tidak semata sebagai tantangan, tetapi juga sebagai peluang," ujar Direktur Keuangan Zurich Life, Fred Chan kepada Kontan, Kamis (16/4/26).
Di tengah dinamika ekonomi saat ini, Fred menilai kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan terus meningkat. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir, kelas menengah disebut menunjukkan ketahanan yang baik.
Baca Juga: OJK Lakukan Review Efektivitas Ketentuan Asuransi Kredit, Ini Penjelasan Asosiasi Selain itu, ia juga menangkap adanya pergeseran kebutuhan nasabah ke arah produk asuransi yang memberi solusi perlindungan lebih esensial dan berkelanjutan. Hal ini membuat konsumen jadi lebih selektif serta melihat asuransi sebagai bagian penting untuk perencanaan keuangan jangka panjang. Di sisi lain, segmen menengah kini cenderung memilih produk yang sederhana, mudah dipahami, dan memiliki manfaat nyata. Produk yang paling diminati adalah asuransi jiwa dengan premi fleksibel serta manfaat tahapan berupa pengembalian premi sesuai rencana finansial nasabah. Di tengah tekanan ekonomi, perusahaan melihat konsumen makin rasional dalam memilih produk. Kondisi ini juga tidak menurunkan minat, tetapi mendorong permintaan terhadap produk yang lebih terjangkau dengan perlindungan yang tetap optimal. Untuk mengoptimalkan pasar pada segmen ini, Zurich Life mengandalkan strategi pengembangan produk yang relevan dan terjangkau, peningkatan literasi keuangan, serta perluasan kanal distribusi.
Baca Juga: Special Rate Dinilai Hambat Penurunan Bunga Deposito "Dengan strategi ini, kami optimistis segmen menengah akan terus menjadi motor pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan bagi industri asuransi jiwa," tutup Fred. Perlu diketahui, berdasarkan laporan keuangan perusahaan, Zurich Life mencatatkan premi bruto sebesar Rp290,61 miliar per Maret 2026, sedangkan total klaim yang telah dibayarkan mencapai Rp 94,21 miliar. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News