Zurich Life: Volatilitas Pasar Modal Dapat Mempengaruhi Kinerja Unitlink Saham



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih menunjukkan volatilitas yang tinggi sejauh ini. PT Zurich Topas Life (Zurich Life) mengungkapkan, kondisi tersebut bisa menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pergerakan kinerja unitlink berbasis saham.

"Dalam jangka pendek, nilai unit bisa naik turun mengikuti pasar," kata Director Investment and Risk Management Zurich Life Santy Gui kepada Kontan, Senin (1/6/2026).

Namun, Santy menyebut unitlink berbasis saham pada dasarnya dirancang sebagai instrumen jangka panjang, sehingga faktor seperti fundamental perusahaan, horizon investasi, dan kondisi makro ekonomi menjadi penentu utama kinerja dalam jangka waktu yang lebih panjang. 


Baca Juga: Fintech Samir Beberkan Sejumlah Faktor yang Berpotensi Meningkatkan Kredit Macet

Untuk mengelola risiko tersebut, dia mengatakan Zurich Life menerapkan prinsip pengelolaan investasi yang hati-hati dan disiplin, antara lain melalui diversifikasi ke berbagai sektor dan instrumen, pemilihan saham dengan fundamental yang kuat, dan penyesuaian komposisi portofolio sesuai kondisi pasar. 

"Dengan pendekatan itu, kami berupaya agar kinerja unitlink saham tetap dikelola secara optimal, meskipun pasar bergerak fluktuatif," ungkapnya.

Di tengah dinamika pasar modal yang masih tinggi, Santy memandang peluang pertumbuhan return unitlink berbasis saham hingga akhir tahun tetap terbuka. Salah satunya jika didukung perbaikan sentimen pasar, stabilitas ekonomi, dan meredanya ketegangan geopolitik. 

Namun, Santy juga melihat masih adanya sejumlah ketidakpastian yang dapat membuat volatilitas pasar saham tetap tinggi dan berpengaruh pada kinerja unitlink saham. Dalam kondisi yang penuh ketidakpastian, dia bilang secara historis, produk unitlink berbasis pasar uang cenderung menunjukkan pergerakan yang lebih stabil dibandingkan unitlink saham, pendapatan tetap, maupun campuran. 

"Oleh karena itu, pemilihan jenis unitlink sebaiknya disesuaikan dengan tujuan keuangan, jangka waktu, dan profil risiko masing-masing nasabah," ucapnya.

Baca Juga: Industri Asuransi Kesehatan Atur Strategi Kendalikan Klaim di Tengah Pelemahan Rupiah

Berdasarkan data Infovesta secara year to date (ytd), rata-rata return unitlink berbasis saham terkontraksi paling dalam, yakni sebesar 4,75% per April 2026. Jika ditelaah lebih lanjut, kinerja unitlink berbasis campuran juga terpuruk, dengan rata-rata return terkontraksi 3,62% per April 2026.

Sementara itu, unitlink pendapatan tetap rata-rata return-nya juga terkontraksi sebesar 0,97% per April 2026. Hanya unitlink berbasis pasar uang yang berhasil mencatatkan kinerja positif, dengan rata-rata return sebesar 1,04% per April 2026. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News