Zurich: Pertumbuhan Asuransi Properti Masih Terbuka hingga Akhir 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Zurich Asuransi Indonesia melihat peluang pertumbuhan kinerja lini asuransi properti masih terbuka hingga akhir 2026.

Direktur PT Zurich Asuransi Indonesia Musi Samosir mengatakan, hal itu didasarkan bahwa Indonesia memiliki kebutuhan perlindungan aset yang besar, sedangkan tingkat penetrasi asuransi secara umum masih relatif rendah dibandingkan potensi pasar yang ada. 

Oleh karena itu, Musi menyampaikan Zurich berupaya mendorong peluang tersebut dengan fokus pada penguatan hubungan dengan nasabah dan mitra distribusi untuk memberikan solusi perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan hingga pengembangan pendekatan konsultatif kepada nasabah.


Baca Juga: LPS Beberkan 3 Skenario Implementasi Program Penjaminan Polis

"Dengan demikian, asuransi tidak hanya dipandang sebagai instrumen transfer risiko, tetapi juga bagian dari strategi pengelolaan risiko yang lebih komprehensif," ujarnya kepada Kontan, Senin (20/7/2026).

Terkait kinerja, Musi mengatakan, Zurich mencatatkan pertumbuhan Gross Written Premium (GWP) atau premi bruto dari lini asuransi properti sebesar 17% secara Year on Year (YoY) per Juni 2026. Sayangnya, tak disebutkan angka yang dibukukan dari lini tersebut.

Musi hanya menjelaskan pertumbuhan tersebut didorong oleh berbagai faktor, di antaranya meningkatnya kesadaran terhadap perlindungan aset, serta aktivitas investasi dan pembangunan di sejumlah sektor industri. 

"Ditambah, masih tingginya kebutuhan mitigasi risiko terhadap bencana alam dan gangguan operasional usaha," kata Musi.

Mengenai kinerja industri, data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat, pendapatan premi asuransi properti tumbuh sebesar 6,5% secara YoY, menjadi Rp 8,31 triliun per Maret 2026. Adapun nilai klaim asuransi properti mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 34,7% YoY, menjadi Rp 2,64 triliun per Maret 2026. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News