Zyrexindo Mandiri Buana (ZYRX) Kejar Penjualan Rp 1,5 Triliun pada Sepanjang 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk (ZYRX) membidik pertumbuhan kinerja pada sepanjang 2026. 

Manajemen menargetkan pendapatan sekitar Rp 1,5 triliun. Sementara dari sisi laba bersih, ZYRX tetap optimistis dapat mencatatkan pertumbuhan positif dengan pendekatan yang lebih konservatif.

Sekretaris Perusahaan Zyrexindo Mandiri Buana, Evan Jordan mengatakan, perusahaan tetap optimistis mencatatkan pertumbuhan positif, meskipun dengan pendekatan yang lebih konservatif di tengah dinamika harga komponen global dan kondisi pasar yang masih menantang.


Baca Juga: Modantara Soroti Ketidakjelasan Skema Bagi Hasil Mobil Online Pascakebijakan Ojol 8%

“Perseroan tetap fokus menjaga efisiensi operasional dan kualitas margin usaha agar kinerja tetap berkelanjutan,” ungkap Evan, kepada Kontan.co.id, pekan lalu. 

Evan menyebut, target tersebut akan ditopang oleh penguatan segmen enterprise, ekspansi pasar, serta optimalisasi efisiensi operasional.

Untuk menjaga pertumbuhan bisnis di sisa 2026, ZYRX menyiapkan sejumlah strategi utama. Pihaknya akan memperkuat fokus pada segmen enterprise melalui penyediaan solusi berbasis Big Data dan AI, termasuk pengembangan lini Enterprise Servers dan Storage sebagai sumber pertumbuhan baru.

Selain itu, ZYRX juga berupaya menjaga daya saing harga dan efisiensi operasional dengan mengoptimalkan rantai pasok serta produktivitas internal agar margin tetap terjaga.

Tak hanya mengandalkan pasar domestik, ZYRX juga memperluas pasar ekspor yang diproyeksikan mulai memberikan kontribusi lebih signifikan terhadap pendapatan tahun ini. 

Di saat bersamaan, perseroan tetap membidik peluang pengadaan dari sektor pemerintah dan institusi pendidikan yang dinilai relatif stabil di tengah pelemahan segmen konsumer.

“Keempat, Perseroan juga akan tetap menggarap peluang pengadaan dari sektor pemerintah dan institusi pendidikan, sebagai pasar yang relatif stabil di tengah pelemahan segmen konsumer,” katanya.

ZYRX menilai pasar laptop nasional pada 2026 masih memiliki peluang pertumbuhan meskipun lajunya diperkirakan lebih moderat dibandingkan tahun sebelumnya.

Pihaknya menyebut kenaikan harga komponen global, khususnya RAM dan NAND, membuat harga jual perangkat meningkat cukup signifikan sehingga sebagian konsumen cenderung menunda pembelian baru, terutama untuk kebutuhan refresh unit.

“Namun demikian, kebutuhan perangkat komputasi untuk sektor pendidikan, enterprise, dan implementasi AI diperkirakan tetap menjadi penopang pasar sepanjang tahun,” tandasnya. 

Hingga kuartal I-2026, ZYRX tercatat membukukan penjualan neto sebesar Rp 55,36 miliar per kuartal I-2026, naik 27,62% dibandingkan Rp 55,36 miliar pada kuartal I-2025. Namun, kerugian perusahaan justru membengkak ke angka Rp 6,60 miliar, dibandingkan rugi bersih Rp 1,80 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Baca Juga: Penjualan Zyrexindo (ZYRX) Naik pada Awal 2026, Laptop Produktivitas Jadi Penopang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News