Zyrexindo Mandiri Buana (ZYRX) Targetkan Produksi 250.000 Unit Laptop Tahun Ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk (ZYRX) ingin memacu kinerjanya. Tahun ini, produsen laptop dengan merek Zyrex tersebut mencanangkan target produksi 250.000 unit laptop.

Angka tersebut lebih besar dibandingkan realisasi penjualan laptop dan perangkat komputer Zyrex pada tahun 2021 lalu yang mencapai kurang lebih 170.000 unit.

CEO Zyrex, Timothy Siddik mengatakan, Zyrex sudah memasang 4 lini produksi tambahan pada tahun 2021 lalu untuk mendukung kinerja produksi perusahaan. “Sekarang ini kami mempunyai 8 lini produksi untuk perakitan di laptop ataupun di produk-produk IoT ataupun produk-produk PC server dan elektronik lainnya,” ujar Timothy dalam konferensi pers virtual, Selasa (22/2).


Untuk mendukung target produksi perusahaan, Zyrex telah menggandeng Pegatron, Original Design Manufacturer (ODM) yang berbasis di Taiwan. Zyrex dan Pegatron telah melakukan penandatanganan kesepakatan pada tahun 2021 lalu. 

Baca Juga: Pasar laptop potensial, simak strategi Zyrexindo Mandiri (ZYRX) menggenjot penjualan

Kerja sama antar keduanya bakal dilanjutkan secara lebih mendalam pada tahun ini. Rencananya, technical team dari Pegatron akan berkunjung ke Zyrex untuk meningkatkan dukungan terhadap transfer knowledge ke para pekerja di Zyrex.

Selain mengejar target produksi 250.000 unit laptop, Zyrex juga berencana menambah portofolio produk-produk elektronik lain selain laptop. Timothy belum merinci produk baru yang dimaksud.

“Ada beberapa produk elektronik, tunggu tanggal mainnya, mungkin bulan depan sudah kami umumkan,” tutur Timothy.

Zyrex optimistis, pasar laptop masih menjanjikan. Salah satu faktor pendorongnya antara lain yakni adanya Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah yang baru. 

Pasal 6 beleid tersebut mengamanatkan bahwa Kementerian/Lembaga/Perangkat Daerah wajib menggunakan produk dalam negeri, termasuk rancang bangun dan perekayasaan nasional apabila terdapat produk dalam negeri yang memiliki penjumlahan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) ditambah nilai Bobot Manfaat Perusahaan (BMP) paling sedikit 40%.

Catatan saja, Zyrex menyebut telah TKDN mencapai angka TKDN 44% dan berencana kembali meningkatkan angka tersebut.

Sepanjang tahun ini, ZYRX membidik target penjualan neto Rp 800 miliar. “Target kami Rp 800 miliar, berharap bisa melebihi,” tutur Timothy.

Pada periode Januari-September 2021 lalu, ZYRX membukukan penjualan neto Rp 415,41 miliar, tumbuh 131,27% dibanding pendapatan neto ZYRX periode Januari-September 2020 yang sebesar Rp 179,61 miliar.

Dari hasil pendapatan itu, ZYRX mengantongi laba tahun berjalan sebesar Rp 43,38 miliar pada Januari-September 2021, naik 344,56% dari raihan laba tahun berjalan perusahaan periode sama tahun 2020 yang sebesar Rp 32,26 miliar. Saat tulisan ini dibuat, ZYRX belum merilis laporan keuangan tahun 2021 untuk setahun penuh.

Baca Juga: Zyrexindo Mandiri (ZYRX) Masih Kebanjiran Permintaan Meski Harga Laptop Naik

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat