Coca-Cola Indonesia Luncurkan Pesan Recycle Me di Seluruh Label Kemasan Brand


Jakarta, 28 Oktober 2021 – Coca-Cola Indonesia hari ini mengumumkan peluncuran pesan ‘Recycle Me’ di setiap label kemasan dari semua brand dan produknya. Pesan ini bertujuan untuk menghimbau para konsumen agar mendaur ulang botol plastik PET dan kaleng bekas pakai mereka setelah selesai dikonsumsi.

Triyono Prijosoesilo, Director of Public Affairs, Communications and Sustainability PT Coca-Cola Indonesia, mengatakan “Seperti kebanyakan masyarakat pada umumnya, kami ingin mencegah kemasan minuman menjadi sampah. Jenis kemasan plastik PET memiliki nilai tinggi serta dapat didaur ulang menjadi kemasan baru atau barang berharga lainnya. Upaya ini merupakan sebuah prioritas dan kami berkomitmen untuk menjadi bagian dari solusi bersama dengan para mitra kami.”

Melibatkan para konsumen dan menyadarkan mereka akan pentingnya proses pengumpulan dan daur ulang kemasan bekas pakai merupakan bagian penting dari visi Coca-Cola dalam menciptakan “World Without Waste”, yang salah satunya diwujudkan melalui pencapaian target zero waste pada tahun 2030.

Pada tahun 2018, Coca-Cola menetapkan tujuan utama dari inisiatif “World Without Waste”, yaitu membantu mengumpulkan dan mendaur ulang setiap botol atau kaleng yang dijual secara global pada tahun 2030, memastikan 100% kemasannya dapat didaur ulang pada tahun 2025 dan menggunakan setidaknya 50% bahan daur ulang dalam kemasannya pada tahun 2030.

Inisiatif 'Recycle Me' adalah langkah terbaru dan juga bagian dari pendekatan holistik Coca-Cola untuk mengatasi isu limbah kemasan di kawasan Asia Tenggara.

“Semua kemasan botol dan kaleng kami dirancang agar dapat didaur ulang. Selain untuk meningkatkan infrastruktur pengumpulan dan daur ulang, kami ingin menggunakan kekuatan brand kami untuk mendorong lebih banyak orang untuk mendaur ulang dan membantu memberikan kehidupan kedua bagi kemasan bekas pakai. Setelah menikmati produk minuman kami, Anda dapat membantu mengumpulkan dan mendaur ulang botolnya,” tambah Triyono.

Triyono juga menjelaskan bahwa selain meningkatkan dukungan dalam proses pengumpulan kemasan bekas pakai, infrastruktur daur ulang dan kemitraan guna memerangi sampah laut di Indonesia dan ASEAN, Coca-Cola juga memahami bahwa salah satu cara paling efektif dalam berperan adalah dengan menampilkan pesan ‘Recycle Me’ pada setiap label kemasan produknya.

Pesan ‘Recycle Me’ kini dapat ditemukan di semua brand serta kemasan produk Coca-Cola di Indonesia dan juga di seluruh negara ASEAN. Proses transisi menuju label kemasan baru ini diharapkan akan rampung hampir sepenuhnya pada akhir tahun. Selain itu, Coca-Cola Indonesia akan semakin memperbanyak pesan daur ulang dalam marketing campaign dan kanal media sosial guna mendorong konsumen untuk meningkatkan aktivitas daur ulang.

Untuk semakin menginspirasi dan mendorong perubahan seputar peningkatan pengumpulan dan pendaurulangan sampah plastik, Coca-Cola Indonesia berkolaborasi dengan Waste4Change sebagai mitra pengumpulan dalam program yang baru saja diluncurkan, yaitu 'Recycle Me'. Konsumen diajak untuk mengumpulkan, memilah dan mengirimkan botol plastik PET atau kaleng bekas pakai ke bank sampah terdekat yang bermitra dengan Waste4Change. Kemasan yang terkumpul akan didaur ulang dan diubah menjadi barang bermanfaat lainnya.

Mohamad Bijaksana Junerosano, Managing Director Waste4Change, menjelaskan “Perusahaan seperti Coca-Cola dapat memainkan peranan penting melalui kekuatan dan jangkauan yang dimilikinya untuk mendorong kesadaran konsumen akan pentingnya daur ulang, serta membantu menginspirasi perubahan perilaku.”

Program 'Recycle Me' adalah sebuah inisiatif yang berlangsung selama tiga bulan, mulai dari 28 Oktober hingga 31 Desember 2021. Melalui program ini, konsumen diajak untuk mengirimkan enam botol plastik PET atau enam kaleng bekas pakai dari berbagai produk Coca-Cola ke 16 bank sampah yang tersedia di wilayah DKI Jakarta. 1.000 konsumen pertama yang berpartisipasi akan mendapatkan subsidi ongkos kirim hingga maksimal Rp 25.000.

Selain itu, konsumen berkesempatan meraih poin reward yang dapat ditukarkan dengan pulsa telepon, token listrik dan e-wallet senilai maksimal Rp 25.000 di beragam merchant yang tersedia. Informasi lebih lanjut mengenai program ‘Recycle Me’ dapat dilihat di https://recycleme.coca-cola.co.id/.

 “Kami sangat menghargai komitmen Coca-Cola dalam mengintensifkan pengumpulan kemasan bekas pakai secara berkelanjutan serta upaya daur ulang demi meningkatkan pengelolaan limbah yang lebih baik, dan kami menyambut baik langkah mereka untuk menghimbau dan memfasilitasi para konsumen untuk mendaur ulang botol plastik PET dan kaleng bekas pakai, serta tidak membuang sampah sembarangan. Kami juga mengajak para konsumen untuk bergabung dalam inisiatif ‘Recycle Me’, karena melalui langkah kecil ini kita dapat bersama-sama membantu meningkatkan laju daur ulang kemasan plastik di Indonesia,” tutup Junerosano.

Coca-Cola Indonesia baru-baru ini telah mengganti kemasan hijau ikonik SPRITE menjadi botol PET plastik bening di negara-negara ASEAN seperti Indonesia, Singapura, Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Filipina, agar lebih mudah didaur ulang.

Melalui organisasi Packaging and Recycling Alliance for Indonesia Sustainable Environment (PRAISE), Coca-Cola Indonesia juga menjalin kemitraan dengan sejumlah perusahaan terkemuka lainnya dan meluncurkan Indonesia Packaging Recovery Organization (IPRO) yang bertujuan untuk mengakselerasi pengumpulan dan pendaurulangan  kemasan bekas pakai secara berkelanjutan.

Melalui  mitra pembotolan Coca-Cola Europacific Partners, The Coca-Cola System di Indonesia bersama Dynapack Asia juga tengah bersiap untuk meluncurkan sebuah fasilitas daur ulang plastik PET terbaru. Fasilitas tersebut akan menjadi pabrik daur ulang botol ke botol (rPET) terbesar di Indonesia dan diharapkan akan beroperasi penuh pada tahun 2022 dengan kapasitas 15.000 ton.

Catatan : ?    Pada tahun 2018, Coca-Cola menetapkan tujuan utama dari inisiatif “World Without Waste”, yaitu membantu mengumpulkan dan mendaur ulang setiap botol atau kaleng yang dijual secara global pada tahun 2030; memastikan 100% kemasannya dapat didaur ulang pada tahun 2025; dan menggunakan setidaknya 50% bahan daur ulang dalam kemasannya pada tahun 2030. ?    The Coca-Cola Company juga menetapkan sebuah target baru dalam hal pengurangan penggunaan virgin plastic yang berasal dari sumber yang tidak terbarukan, yaitu sebesar 3 juta metrik ton kumulatif selama kurun waktu lima tahun ke depan. Ini berarti bahwa pada tahun 2025, kami memproyeksikan bahwa penggunaan virgin plastic akan berkurang hingga 20% dibandingkan dengan saat ini. ?    Kami telah menjalin berbagai kolaborasi untuk menciptakan solusi sirkular pengumpulan sampah kemasan di Indonesia. Kami bekerja sama dengan para mitra utama setempat untuk menciptakan program-program yang relevan di masing-masing wilayah serta berkelanjutan. Aktivitas yang telah kami lakukan meliputi: ?    Design: Menggunakan lebih banyak bahan daur ulang: Kemasan botol produk minuman dengan proses Hotfill kami merupakan salah satu kemasan yang lebih ringan di dunia. Kami memperkenalkan teknologi Affordable Small Sparkling Package (ASSP) di tahun 2019 yang memungkinkan kami untuk mengurangi pemakaian plastik, sehingga menghemat biaya pengemasan sekaligus meningkatkan umur simpan produk kami. Hal ini memungkinkan kami untuk mengurangi penggunaan virgin plastic hingga 10.000 ton pada tahun 2020. ?    SPRITE clear: Kami telah mengganti kemasan hijau ikonik SPRITE menjadi botol PET plastik bening di negara-negara ASEAN seperti Indonesia, Singapura, Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Filipina, agar lebih mudah didaur ulang. ?    Collect: ?    Mendukung solusi pengumpulan dan daur ulang sampah kemasan secara lokal untuk membantu mengubah kemasan lama menjadi yang baru, mengurangi jejak karbon, dan mencegah sampah plastik agar tidak mencemari lingkungan. Untuk mewujudkan tujuan ini, Coca-Cola telah bekerja sama dengan para industri melalui PRAISE (Packaging and Recycling Alliance for Indonesia Sustainable Environment), dan pemerintah untuk merealisasikan  IPRO (Indonesia Packaging Recovery Organizations) di Indonesia. ?    Menutup siklus kemasan plastik minuman kami melalui kerja sama antara Coca-Cola Europacific Partners dan Dynapack Asia dan berinvestasi di fasilitas daur ulang paling mutakhir di Indonesia. Fasilitas daur ulang PET baru ini akan menciptakan siklus rantai pasokan kemasan plastik tertutup (closed loop) di Indonesia dengan memproduksi pelet plastik yang aman untuk makanan dan minuman yang terbuat dari botol plastik pascakonsumsi. ?    Partner: ?    Membendung laju sampah plastik yang memasuki lautan: Kami berkolaborasi dengan The Ocean Cleanup sebagai mitra implementasi global pertama dalam sebuah proyek pembersihan sungai yang diprakarsai organisasi tersebut. Melalui proyek ini, kami berupaya untuk membendung laju sampah plastik yang memasuki lautan dunia dengan terlebih dahulu mencegat limbah tersebut di sungai Kami akan memasang sistem pembersihan di 15 sungai di seluruh dunia—termasuk sungai-sungai di kawasan Asia Tenggara—pada akhir tahun 2022. ?    Sebagai bagian dari inisiatif global untuk membersihkan sampah dari sungai, The Coca-Cola Foundation dan Benioff Ocean Initiative telah menjalin kemitraan dengan TerraCycle Thai Foundation untuk memasang dua perangkap sampah laut di Lat Phrao Canal guna mengurangi sampah yang masuk ke Sungai Chao Phraya di Bangkok, Thailand. Kemitraan ini juga mencakup sungai-sungai di Vietnam dan Indonesia. ?    Sebagai bagian dari Ellen MacArthur Foundation/UN Environment New Plastics Economy Global Commitment yang kami ikuti pada tahun 2018 lalu, kami terus menyampaikan data mengenai semua penggunaan plastik oleh perusahaan kami setiap tahunnya. Sekitar 500 perusahaan, pemerintah, dan organisasi telah mendukung visi bersama ini dan menetapkan target 2025 untuk produksi, penggunaan, dan penggunaan kembali plastik. ?    CCFI (Coca-Cola Foundation Indonesia) bekerja sama dengan Ancora Foundation dalam memprakarsai program “Plastic Reborn” sebagai langkah untuk mencapai “World Without Waste” di Indonesia. Tujuan dari program ini adalah untuk menciptakan sistem pengumpulan sampah kemasan yang kuat dengan dukungan teknologi.

Tentang The Coca-Cola Company

The Coca-Cola Company (NYSE: KO) adalah perusahaan minuman dengan beragam produk yang dijual di lebih dari 200 negara dan wilayah. Tujuan perusahaan kami adalah untuk menghadirkan kesegaran di seluruh dunia dan membuat perbedaan yang berarti. Kami menjual berbagai merek bernilai miliaran dolar di sejumlah kategori minuman di seluruh dunia.

Portofolio merek minuman ringan berkarbonasi kami meliputi Coca-Cola, Sprite, Fanta dan minuman ringan bersoda lainnya. Merek minuman hidrasi, olahraga, kopi dan teh kami meliputi Dasani, smartwater, vitaminwater, Topo Chico, Powerade, Costa, Georgia, Gold Peak, Honest, dan Ayataka. Merek minuman nutrisi, jus, susu, dan  nabati kami meliputi Minute Maid, Simply, innocent, Del Valle, fairlife, dan Ades.

Kami senantiasa melakukan pengembangan pada portofolio produk, dimulai dengan mengurangi kandungan gula dalam minuman kami hingga menghadirkan produk-produk baru yang inovatif di pasar. Kami juga terus berupaya untuk memberikan dampak positif bagi kehidupan manusia, masyarakat dan Bumi melalui berbagai program seperti water replenishment, daur ulang kemasan, praktik pengadaan yang berkelanjutan, serta pengurangan emisi karbon di seluruh rantai nilai kami. Bersama dengan mitra pengemasan botol, kami mempekerjakan lebih dari 700.000 orang dan membantu menghadirkan peluang ekonomi bagi masyarakat lokal di seluruh dunia.

Tentang Coca-Cola Indonesia

Coca-Cola pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada tahun 1927, dan diproduksi secara lokal untuk pertama kalinya di tahun 1932. Sejak tahun 1960-an, berbagai macam produk The Coca-Cola Company telah diperkenalkan pada pasar di Indonesia: SPRITE di tahun 1961, FANTA di tahun 1973, Diet Coke di tahun 1986, Frestea di tahun 2002, Coca-Cola Zero dan Minute Maid Pulpy di tahun 2008, Aquarius di tahun 2013, dan Nutriboost di tahun 2014. Di tahun 2002, Coca-Cola pun mengakuisisi merek lokal air minum dalam kemasan, Ades. Kini, produk-produk Coca-Cola diproduksi di 8 pabrik dan 4 co-manufaktur di Indonesia.

Editor: Marketing Exabytes
Publisher