Pertama Kali Tawarkan Sukuk Negara Ritel Seri SR012, Investree Optimis Dapat Berkontribusi Lebih


Jakarta, 24 Februari 2020 – Untuk pertama kalinya, Investree (PT Investree Radhika Jaya) sebagai marketplace lending platform yang ditunjuk oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia untuk menjadi Mitra Distribusi Penjualan Surat Berharga Negara (SBN) dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) memasarkan Sukuk Negara Ritel Seri SR012 melalui platform Investree. SR012 adalah Obligasi Negara berprinsip syariah yang dijual kepada individu Warga Negara Indonesia (WNI) dan merupakan alternatif investasi yang aman, mudah, terjangkau, dan menguntungkan. Bisa dijual di Pasar Sekunder. Dengan masa penawaran 24 Februari – 18 Maret 2020, seluruh hasil investasi SR012 akan digunakan untuk membiayai proyek negara yang berkaitan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Co-Founder & CEO Investree, Adrian Gunadi, mengungkapkan, “Sebagai satu-satunya fintech lending yang memegang status “Berizin dan Diawasi” oleh Otoritas Jasa Keuangan untuk 2 (dua) jenis usaha salah satunya syariah, kami sangat bersemangat menawarkan Sukuk Negara Ritel Seri SR012 untuk pertama kalinya karena Investree dan Kemenkeu mempunyai misi yang sama: meningkatkan partisipasi investor syariah domestik agar dapat memajukan perekonomian Islam di Indonesia. Adanya SR012 dan rangkaian produk SBSN lainnya juga memperkaya kelas aset kami, sehingga Lender semakin memiliki alternatif investasi yang beragam di Investree terlebih mereka yang berpreferensi syariah. Satu hal penting, SR012 ini bisa diperdagangkan di Pasar Sekunder dan Investor SBSN berpeluang memperoleh keuntungan dari selisih harga (capital gain).”

Dengan tingkat imbalan minimal tetap (fixed) sebesar 6,30% p.a., SR012 memiliki berbagai keuntungan antara lain sesuai prinsip syariah, aman dijamin oleh Pemerintah Republik Indonesia, minimal pemesanan Rp 1 juta sehingga siapa pun bisa berpartisipasi, bisa dibayar dengan mudah melalui Bukalapak dan Tokopedia, dapat diperdagangkan di Pasar Sekunder dan hanya antarinvestor domestik (individu maupun institusi) setelah 3 (tiga) kali pembayaran imbalan, ada potensi keuntungan dari selisih harga (capital gain) ketika harga jual lebih tinggi dari harga beli, dan dapat dijaminkan kepada pihak lain. Adapun struktur produk dari SR012 adalah sebagai berikut: •    Masa penawaran: 24 Februari – 18 Maret 2020 •    Jenis akad: Ijarah Asset to be Leased •    Tingkat imbalan tetap: 6,30% p.a. •    Jatuh tempo: 10 Maret 2023 •    Nilai nominal per unit: Rp 1 juta •    Bentuk dan jenis: tanpa warkat •    Pelunasan: dilakukan sebesar 100% dari nilai nominal SR012. •    Frekuensi imbalan: dibayarkan secara periodik setiap bulan pada tanggal 10. •    Ketentuan perdagangan: dapat diperdagangkan di Pasar Sekunder pada tingkat harga pasar mulai tanggal 1 Juni 2020 atau setelah berakhirnya MHP yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dalam memasarkan Sukuk Negara Ritel Seri SR012, Investree bekerja sama dengan Binaartha Sekuritas sebagai perusahaan sekuritas yang berfungsi melakukan pembukaan rekening surat berharga, rekening dana nasabah, mencatat kepemilikan SR012, serta menyediakan fasilitas penjualan SR012 oleh investor. “Karena kepatuhan Investree terhadap peraturan yang berlaku sehingga kami turut menggandeng Binaartha Sekuritas sebagai rekanan, kami yakin hal ini bisa memberikan rasa aman dan nyaman yang berlipat bagi Investor SBSN di Investree. Mulai hari ini, Lender yang ingin berinvestasi SR012 dapat mulai menyampaikan minatnya ke Customer Support Investree di cs@investree.id,” sambung Adrian.

SR012 merupakan produk investasi berlandaskan prinsip-prinsip syariah: tidak melibatkan unsur perhitungan bunga (riba), judi (maisyir), penipuan (gharah), dan tidak mendatangkan kerugian kepada orang lain (mudharat). SR012 dibuat dengan mengacu pada struktur akad-akad syariah dan dituangkan ke dalam dokumen hukum penerbitan. Landasan SR012 adalah Fatwa DSN-MUI (No. 76/DSN-MUI/VI/2010) tentang SBSN Ijarah Asset to be Leased dan telah mendapatkan opini syariah dari DSN-MUI ((B-141/DSN-MUI/II/2019). Investree sendiri menjadi satu-satunya perusahaan fintech lending yang telah mengantongi Surat Rekomendasi Penunjukkan Tim Ahli Syariah dari Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) untuk layanan Investree Syariah.

Tentang Investree

PT Investree Radhika Jaya adalah satu-satunya perusahaan fintech lending yang telah mendapatkan Izin Usaha Perusahaan Penyelenggara Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi dari Otoritas Jasa Keuangan untuk 2 (dua) jenis usaha yaitu konvensional dan syariah. Investree menyediakan situs layanan interfacing sebagai penghubung pihak yang memberikan pinjaman (Lender) dan pihak yang membutuhkan pinjaman (Borrower). Misi kami adalah meningkatkan perolehan Lender sekaligus memberikan akses pembiayaan yang lebih mudah dan terjangkau bagi Borrower terutama Usaha Kecil Menengah (UKM) dengan mengoptimalkan data dan teknologi.

Hingga awal bulan Februari 2020, Investree berhasil membukukan catatan total fasilitas pinjaman Rp 4,55 triliun dan nilai pinjaman tersalurkan Rp 3,53 triliun dengan rata-rata tingkat pengembalian (return) 16,1% p.a. dan TKB90: 99,01%. Investree juga dinobatkan sebagai “Best Fintech of the Year” oleh Majalah The Asset, “Best P2P Lending Platform for SMEs” oleh The Asian Banker, dan “30 Most Promising Growth-Stage Startups” oleh Forbes Indonesia.

 

Editor: Marketing Exabytes
Publisher
PT Investree Radhika Jaya
Contributor
Marketing Exabytes
Marketing@exabytes.co.id
Contact Information:
PT Investree Radhika Jaya
(021) 5308939
support@investree.id
Wisma Barito Pacific 5th Floor, Tower B, Jalan Letjen S. Parman Kav. 162-163, Jakarta Barat 11410,