Meski terdampak pandemi, perbankan Indonesia masih diminati oleh investor. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, sebelum pandemi net interest margin (NIM) perbankan Indonesia sempat menyentuh 5% dan turun menjadi sekitar 4% saat pandemi. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana mengatakan, tingginya NIM perbankan masih menarik bagi investor. “Bisa kita lihat saham perbankan yang baru akan diakuisisi oleh pemilik kuat, itu mentok atas. Apalagi ada modal inti minimum bagi perbankan di 2022 dan 2023 bagi BPD. Sehingga saya melihat perbankan kita masih menarik dilirik investor,” papar Heru dalam diskusi virtual, Kamis (4/3).
Akuisisi bank akan terus berlanjut pada 2021
Meski terdampak pandemi, perbankan Indonesia masih diminati oleh investor. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, sebelum pandemi net interest margin (NIM) perbankan Indonesia sempat menyentuh 5% dan turun menjadi sekitar 4% saat pandemi. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana mengatakan, tingginya NIM perbankan masih menarik bagi investor. “Bisa kita lihat saham perbankan yang baru akan diakuisisi oleh pemilik kuat, itu mentok atas. Apalagi ada modal inti minimum bagi perbankan di 2022 dan 2023 bagi BPD. Sehingga saya melihat perbankan kita masih menarik dilirik investor,” papar Heru dalam diskusi virtual, Kamis (4/3).