Calon raksasa baru e-commerce China, Pinduoduo, mulai saingi Alibaba



Peta persaingan ecommerce di China mulai menunjukkan perubahan. Aplikasi e-commerce yang baru berusia lima tahun, Pinduoduo Inc berhasil mengalahkan raksasa e-commerce China, Alibaba Group Holding yang telah lebih dahulu populer di China.

Seperti dikutip The Wall Street Journal pada Senin (22/3), Pinduoduo Inc telah memiliki 788,4 juta pengguna hingga pengujung 2020. Jumlah itu lebih banyak dari pengguna Alibaba yang sebanyak 779 juta orang. Pengukuran jumlah pengguna itu dihitung berdasarkan orang yang melakukan pembelian dalam 12 bulan terakhir.

Kendati demikian, pendapatan tahunan Pinduoduo tercatat hanya US$ 9,1 miliar, jauh dari pendapatan Alibaba sebesar US$ 72 miliar dari tahun fiskal terakhirnya.

Namun prestasi perusahaan berbasis di Shanghai itu membuat Pinduoduo menjadi penantang pertama yang melepaskan China dari cengkeraman Alibaba dan JD.com Inc.

“Bersama-sama kita telah menghasilkan keajaiban kecil. Kita telah mengubah e-commerce China dan bahkan struktur internet China,” kata Colin Huang, pendiri Pinduoduo dan mantan insinyur Google.

Penantang baru ini, memberikan layanan yang memungkinkan pengguna mendapatkan harga yang lebih rendah dengan mengundang teman di media sosial untuk membeli barang yang sama.

Dalam model serupa, Pinduoduo sekarang menjadi salah satu dari banyak platform yang menggunakan pembelian kelompok komunitas untuk menarik pengguna dengan harga lebih rendah. Strategi ini menjadi lebih populer selama pandemi Covid-19.

Pada bulan Desember, Huang menyusul pendiri Alibaba Jack Ma dan pendiri Tencent Holdings Pony Ma Huateng sebagai orang terkaya kedua di China di Bloomberg Billionaires Index.

#KontanTv #PinduoduosaingiAlibaba #E-commerceChina