3 Salah Langkah Warren Buffett yang Berujung Kerugian Besar



KONTAN.CO.ID -  Oracle of Omaha Warren Buffett mengakui dirinya pernah melakukan kesalahan besar.

Melansir CNN, dalam surat tahunannya kepada pemegang saham Berkshire Hathaway (BRKB), guru investasi Warren Buffett mengungkapkan bahwa perusahaannya pernah mencatatkan kerugian sebesar US$ 11 miliar tahun lalu atas pembelian Precision Castparts pada 2016. Dia menggambarkan hal tersebut sebagai "kesalahan."

Miliarder yang menjadi pimpinan Berkshire sejak 1970, mengatakan dalam surat tahunan perusahaan kepada pemegang saham bahwa penurunan nilai aset yang sangat buruk itu memiliki penjelasan sederhana.


"Saya membayar terlalu banyak untuk sebuah perusahaan," katanya. 

Dia menambahkan, "Salah perhitungan saya terungkap oleh perkembangan yang merugikan di seluruh industri kedirgantaraan."

Terlepas dari kerugian dan dampak dari pandemi secara umum, operasi bisnis perusahaan menikmati akhir yang solid hingga 2020. 

Lantas, apa saja kesalahan terbesar yang pernah dilakukan Warren Buffett?

Baca Juga: Langkah Warren Buffett Saat Resesi Menghadang, Bisa Menenangkan Saraf Investor

Inilah tiga kesalahan besar Warren Buffett seperti yang dirangkum Kontan dari Investopedia:

1. U.S. Air

Warren Buffett membeli saham preferen di U.S. Air pada tahun 1989 karena dia tertarik oleh pertumbuhan pendapatan yang tinggi yang telah dicapainya hingga saat itu. Investasi itu dengan cepat berubah buruk, karena U.S. Air tidak mencapai pendapatan yang cukup untuk membayar dividen yang jatuh tempo pada sahamnya. 

Dengan keberuntungan di sisinya, Warren Buffett kemudian dapat menurunkan sahamnya dengan untung. Terlepas dari keberuntungan ini, Warren Buffett menyadari bahwa pengembalian investasi ini dipandu oleh lady luck dan ledakan optimisme terhadap industri.

Warren Buffett mengatakan: "Investor telah menuangkan uang ke dalam lubang tanpa dasar, tertarik oleh pertumbuhan ketika mereka seharusnya ditolak olehnya."

Baca Juga: Warren Buffett: Bunga Bertambah Cepat jika Anda Punya Saldo Kredit, Segera Bayar!

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie