32 Biksu Jalan Kaki dari Thailand ke Indonesia, Ini 5 Hal yang Harus Diketahui



KONTAN.CO.ID - Masyarakat memberikan respon positif terkait aksi jalan kaki sejauh ribuan kilometer yang dilakoni 32 biksu dari Thailand menuju Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. 

Aksi tersebut merupakan ritual Thudong atau perjalanan religi yang ditempuh dengan cara berjalan kaki sejauh ribuan kilometer. 

Sebanyak 32 biksu berjalan kaki dari Thailand untuk menghadiri puncak perayaan hari raya Waisak di Candi Borobudur pada 4 Juni 2023. 


Dari video yang beredar di media sosial, masyarakat di beberapa daerah menyambut kedatangan 32 biksu yang melewati wilayahnya dengan cara berjejer di pinggir jalan. 

Masyarakat menyambut mereka dengan sorakan, tepuk tangan, ucapan semangat, termasuk memberikan makanan dan minuman. 

Sebanyak 32 biksu juga mendapat pengawalan dari Laskar Macan Ali Cirebon dan Banser serta akan dijamu di pondok pesantren Habib Luthfi bin Ali bin Yahya di Pekalongan, Jawa Tengah.

Namun, ada beberapa hal yang perlu diketahui masyarakat saat mereka bertemu 32 biksu yang berjalan kaki dari Thailand ke Indonesia. Berikut penjelasannnya. 

Baca Juga: Hari Ini 6 Mei Bukan Hari Raya Waisak, Berikut Keterangan Resmi Kemenag

1. Biksu tidak sembarangan makan dan minum 

Masyarakat yang memberikan makanan dan minuman kepada 32 biksu yang berjalan kaki dari Thailand ke Indonesia patut diapresiasi. 

Tapi, biksu sejatinya memiliki aturan khusus yang mengatur pola serta pilihan makanan dan minuman dalam kehidupan sehari-hari. 

Ketua Thudong Internasional Welly Widadi menyampaikan, biksu tidak boleh mengonsumsi susu atau buah yang lebih besar dari sekepal genggaman tangan. 

"Itupun kalau buah yang di bawah sebesar sekepal tangan itu hanya boleh dijus," kata Welly kepada Kompas.com, Rabu (17/5/2023). 

Baca Juga: Kemenag Tegaskan Hari Raya Waisak Jatuh Pada 4 Juni 2023, Bukan 6 Mei 2023

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie