Ada pandemi Covid-19, restrukturisasi kredit BRI capai Rp 177,3 triliun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) kembali menegaskan komitmennya untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional yang tertekan dampak pandemi Covid-19. Salah satu cara yang dilakukan adalah upaya penyelamatan dan recovery untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Direktur Utama Bank BRI Sunarso mengatakan, upaya menyelamatkan UMKM agar kembali bangkit menjadi hal yang penting karena segmen ini memiliki peran penting terhadap perekonomian. Sebesar 99,99% entitas bisnis di Indonesia berada di segmen UMKM. UMKM juga memberi andil signifikan karena menyerap 97% tenaga kerja atau kurang lebih sebanyak 116,97 juta orang.

Lebih lanjut Sunarso bilang, Bank BRI berupaya mempercepat pemulihan ekonomi dengan menyalurkan kredit yang difokuskan untuk sektor pangan dan menyasar segmen UMKM. Harapannya, ini menjadi pengungkit bagi bergeraknya sektor riil seperti distribusi, transportasi dan perdagangan.


Baca Juga: BRI ekspansi kredit di semester II-2020, sektor pangan dan rantai pasok jadi andalan

Langkah restrukturisasi kredit menjadi salah satu upaya nyata Bank BRI terhadap penyelamatan UMKM yang terkena dampak pandemi corona. Sejak 16 Maret hingga 6 Juli 2020, Bank BRI telah merestrukturisasi kredit pelaku usaha yang terdampak Covid-19 sebanyak 2,88 juta debitur dengan total kredit yang direstrukturisasi mencapai Rp 177,304 triliun.

Pada 24 Juni 2020, Pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani telah menempatkan dana sebesar Rp 30 triliun pada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Bank BRI mendapatkan penempatan Rp 10 triliun. 

Sejak 25 Juni hingga 15 Juli 2020, Bank BRI berhasil menyalurkan kredit dalam rangka penempatan dana pemerintah sekitar Rp 13,59 triliun dengan jumlah debitur penerima mencapai 295,617 debitur.

Editor: Anna Suci Perwitasari