Akibat corona, kelahiran startup US$ 1 miliar di China turun ke level terendah



KONTAN.CO.ID - HONG KONG. Tingkat kelahiran startup unicorn di China turun ke level terendah dalam enam tahun terakhir. Sebab, dana modal ventura menghindar sementara dari pendanaan tahap awal, dampak dari wabah virus corona baru memicu investasi portofolio.

Mengutip Reuters, Hingga 13 Mei lalu, baru empat startup China yang mencapai status unicorn atau senilai US$ 1 miliar atau lebih, jumlah terendah untuk periode yang sama sejak 2014 lalu, mengacu data dari PitchBook.

Perlambatan terjadi karena banyak bisnis di seluruh negeri mengalami penurunan penjualan dan arus kas yang lebih ketat, setelah wabah virus corona melumpuhkan China selama lebih dari dua bulan sejak akhir Januari lalu


Baca Juga: Pendanaan pada bisnis start up tertekan wabah corona

Sejatinya, tingkat infeksi virus corona yang melambat telah memungkinkan Pemerintah China untuk melonggarkan pembatasan pergerakan dan bisnis. 

Namun, investor tidak terburu-buru untuk menyebarkan uang mereka, karena kasus infeksi baru secara sporadis membuat China tidak mungkin untuk kembali ke aktivitas sebelum wabah.

Pendanaan tahap awal turun, dengan hanya 13% dari penggalangan dana yang masuk ke putaran angel and seed pada akhir April, turun dari periode sama dalam lima tahun terakhir, menurut perhitungan Reuters berdasarkan data PitchBook. 

Pendanaan putaran angel dan seed biasanya membantu startup menjalankan ide bisnis.

Baca Juga: Start up kendaraan listrik Rivian raih investasi US$ 1,3 miliar

Editor: S.S. Kurniawan