Akibat corona, pertumbuhan ekonomi di negara ASEAN semakin menantang



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Merebaknya virus corona, membuat pertumbuhan ekonomi di negara-negara ASEAN semakin menantang. Bedasarkan riset DBS yang terbit 10 Maret, Singapura adalah negara yang pertama kali melakukan larangan perjalanan kepada orang yang memiliki riwayat perjalanan ke negara China. 

Kebijakan tersebut diperkirakan akan mengakibatkan penurunan wisatawan sebanyak satu juta orang di setiap tiga bulan pelarangan perjalanan.

Baca Juga: Malaysia berhasil kembalikan dana senilai US$ 323 dari kasus korupsi 1MDB


Seiring dengan gangguan rantai pasokan dari China yang akan berdampak langsung pada sektor manufaktur Singapura, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal pertama dipastikan akan turun ke negatif. 

Pemerintah Singapura mengatakan negaranya telah mengalami defisit anggaran sebesar SGD 10,95 miliar atau 2,1% dari PDB.

Sedangkan bagi Malaysia, dampak virus corona terhadap pariwisata bisa sangat kecil jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya. Akan tetapi, Malaysia diprediksi akan merasakan tekanan pada bidang ekspor dan melemahnya permintaan domestik. 

Hal tersebut terjadi karena China menyumbang 14,2% dari total ekspor Malaysia dan banyak proyek infrastruktur berskala besar di Malaysia melibatkan mitra China.

Baca Juga: Terdampak corona, industri penerbangan AS minta kucuran dana US$ 50 miliar

“Ini akan memiliki efek konsekuensi pada konsumsi domestik, terlepas dari ketidakpastian dari pergolakan politik baru-baru ini,” ujar ekonom Irvin Saeh dalam riset DBS.

Editor: Tendi Mahadi