Alkindo Naratama (ALDO) Fokus Kembangkan Produk Ramah Lingkungan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen kertas dan bahan kimia terintegrasi, PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) optimistis bisa meneruskan tren kinerja positif sepanjang tahun 2022. Perusahaan ini mencoba terus mengembangkan produk-produk yang ramah lingkungan.

Direktur Utama ALDO H. Sutanto mengatakan, prospek industri kemasan yang menjadi ranah Alkindo Naratama cukup menjanjikan pada tahun ini. Permintaan terbesar terhadap produk kertas buatan Alkindo Naratama berasal dari sektor industri Fast Moving Consumer Good (FMCG) dan e-commerce.

Ia pun menilai, saat ini produk-produk kemasan dalam bentuk fleksibel packaging sedang meningkat permintaannya.


“Tren penggunaan kemasan meningkat pesat ketika pandemi dan tren ini tampaknya akan berlanjut ketika pandemi berakhir, karena habit berbelanja online sudah terbentuk,” ujar dia, Kamis (9/6).

Baca Juga: Genjot Produksi, Gunung Raja Paksi (GRP) Tambah Mesin Baru Senilai Rp 1 Triliun

Manajemen Alkindo Naratama pun memproyeksikan pertumbuhan top line sekitar 30%, sedangkan dari sisi bottom line diperkirakan akan tumbuh sekitar 40% pada tahun 2022. Per kuartal I-2022, penjualan Alkindo Naratama meningkat 19,6% (yoy) menjadi Rp 407,3 miliar. Adapun laba bersih perusahaan ini melompat 70,8% (yoy) menjadi Rp 25 miliar.

Sebagai catatan, Alkindo Naratama memiliki produk kertas seperti Yarn Paper Tube, Papercore, Edge Protector, Textile Board, dan Hexcel Honeycomb. Alkindo melalui anak usahanya, PT Eco Paper Indonesia turut memproduksi berbagai macam produk kertas berkonsep ramah lingkungan yang mana bahan bakunya adalah kertas bekas.

Alkindo Naratama juga telah meluncurkan produk baru yaitu paper box untuk kemasan wadah makanan, obat-obatan, kosmetik, dan lain sebagainya, serta paper bag yaitu tas dari kertas daur ulang sebagai tas belanja atau kemasan.

Tak hanya itu, Alkindo Naratama juga menyediakan kemasan berkelanjutan Hexcel Wrap sebagai pembungkus barang yang ramah lingkungan. Produk ini terbuat dari kertas dengan struktur seperti sarang lebah yang dapat menjadi pengganti bungkus gelembung plastik (bubble wrap).

Baca Juga: Cisarua Mountain Dairy (CMRY) Optimistis Capai Pertumbuhan Bisnis Tahun Ini

Sutanto menilai, pasar kemasan ramah lingkungan masih sangat besar potensinya di Indonesia. Alkindo Naratama pun masih memerlukan masukan dari konsumen untuk pengembangan produk kertas untuk kemasan yang berkelanjutan di masa-masa mendatang.

“Fokus penjualan kami, terutama untuk produk kertas ramah lingkungan, masih di pasar lokal. Kami tak hanya ingin sekadar jadi produsen, melainkan juga menyediakan solusi yang berkelanjutan,” ungkap dia.

Editor: Tendi Mahadi