Amankan pasokan gas bumi, PGN tandatangani MoU dengan JPEN



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Perusahaan Gas Negara Tbk dan PT Jateng Petro Energi (Perseroda) (JPEN) tandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang Penyediaan Pasokan dan Infrastruktur Gas Bumi di Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Adapun penandatanganan MoU dilaksanakan secara virtual dalam acara Jateng Gas Business Gathering 2021 Kamis (15/04).

Disaksikan oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, penandatanganan dilakukan oleh Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PT Perusahaan Gas Negara Tbk Syahrial Mukhtar dan Direktur Utama PT Jateng Petro Energi (Perseroda) Muhammad Iqbal.

Syahrial menjelaskan, penandatanganan MoU bertujuan untuk mengkaji potensi kerja sama terkait rencana penyediaan pasokan gas bumi dalam bentuk Compressed Natural Gas (CNG) beserta infrastruktur pendukungnya, untuk memenuhi kebutuhan energi di Jateng.


Dia menambahkan, untuk keseluruhan wilayah Jateng potensi pasar masih dapat berkembang, dimana saat ini demand terpusat di kawasan industri eksisting. Adapun strategi penyaluran yang digunakan menggunakan beberapa moda yakni gas pipa, CNG, maupun LNG menyesuaikan dengan kebutuhan.

Baca Juga: Realisasi penjualan gas PGN (PGAS) pada Februari 2021 sebesar 844 BBTUD

Ke depan, dengan adanya MoU diharapkan dapat memberikan support untuk penyediaan infrastruktur CNG. Apalagi, JPEN merupakan perusahaan perseroan daerah milik Provinsi Jawa Tengah yang bergerak di bidang Hulu dan Hilir Migas, Energi Baru Terbarukan (EBT), dan Jasa Penunjang.

“Untuk sumber pasokannya, PGN saat ini memiliki beberapa opsi sumber pasokan gas untuk Jawa Tengah seperti Jimbaran Tiung Biru (JTB), Saka Muriah, dan LNG teluk Lamong,” tambah Syahrial.

Sementara itu, bahwa kebutuhan gas bumi di Jawa Tengah saat ini cukup mendesak. Jawa Tengah memiliki potensi geografis yang menguntungkan, diapit oleh dua provinsi besar yang kaya akan pasokan dan pasar gas. Selain itu, Jawa Tengah juga merupakan tujuan dari dua pipa transmisi.

Dari sisi konsumen, di Jawa Tengah banyak industri yang potensial menyerap gas bumi sebagai energi untuk produksi. Namun kendala infrastruktur atau pipanisasi menyebabkan supply gas bumi di Jawa Tengah menjadi tidak optimal.

“PGN telah memiliki infrastruktur Pipa Transmisi Gresik-Semarang (Gresem), serta alokasi pasokan gas yang dapat disalurkan untuk industri di Jawa Tengah. Penyaluran gas bumi bagi industri yang yang belum terjangkau jaringan pipa gas bumi dapat menggunakan moda CNG maupun LNG,” jelas Syahrial.

Editor: Handoyo .