Anak usaha Waskita Karya (WSKT) akan terbitkan MTN II sebesar Rp 200 miliar



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Anak usaha PT Waskita Karya (WSKT), PT Waskita Toll Road (WTR) akan menerbitkan surat utang jangka menengah atau medium terms notes (MTN) sebesar Rp 200 miliar.

WTR mendaftarkan MTN pada Rabu (25/9) melalui penitipan kolektif di Kustodian Sentra Efek Indonesia (KSEI). Berdasarkan keterangan KSEI, MTN Waskita Toll Road ini memiliki jumlah pokok sebesar Rp 200 miliar dan tingkat kupon bersifat tetap sebesar Rp 10,35% per tahun. 

Rencana WTR menerbitkan MTN II itu juga dibenarkan oleh Direktur Keuangan Waskita Karya Haris Gunawan. 


"MTN tersebut akan digunakan untuk refinancing MTN yang sebelumnya telah diterbitkan oleh Waskita Toll pada bulan Mei lalu," ujar Haris yang ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (26/9).

Baca Juga: Waskita Karya (WSKT) revisi target kontrak baru tahun ini menjadi Rp 45 triliun

Sebelumnya, Waskita Toll juga mendaftarkan MTN melalui KSEI pada (23/5) lalu. Waskita Toll Road menerbitkan MTN I sebesar Rp 500 miliar dengan tingkat kupon bersifat tetap Rp 10,75% per tahun. MTN I itu didistribusikan secara elektronik pada 24 Mei 2019.

Haris menilai penerbitan MTN II ini juga diharapkan perseroan menjadi umpan untuk mendapat pinjaman baru terhadap Waskita Toll Road.

"MTN ini juga digunakan untuk menyeimbangkan ekuitas WTR, karena dana talangan pembebasan lahan sebesar Rp3,4 triliun belum dibayarkan oleh Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN)," kata Haris.

Baca Juga: Diprediksi sulit penuhi target kontrak baru, begini rekomendasi Waskita Beton (WSBP)

Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian Waskita Karya semester I-2019, LMAN tercatat memiliki utang sebesar Rp5,9 triliun kepada Waskita. Sejumlah enam proyek jalan tol belum rampung urusan pengembalian dana talangannya.

Proyek-proyek tersebut adalah Cimanggis-Cibitung, Cibitung-CIlincing, Krian-Legundi-Bunder-Manyar, Bekasi-Cawang-Kampung Melayu, Pemalang-Batang, dan Ciawi-Sukabumi.

Haris juga menyatakan Waskita Toll Road perlu menerbitkan MTN karena terdapat kucuran dana talangan dari WSKT sebesar Rp 7,7 triliun yang belum mampu dibayarkan oleh WTR kepada perseroan.

Editor: Handoyo .