Aneh Tapi Nyata! Kota Emas Malaysia Kini Jadi Sentra Durian



KONTAN.CO.ID - Raub, sebuah kota kecil di negara bagian Pahang, Malaysia, dulu dikenal sebagai kota tambang emas. Pada awal 1900-an, kota ini sempat jadi sorotan nasional ketika para penambang menyaring butiran emas dari pasir galian. Kini, lebih dari seabad kemudian, Raub menemukan “emas” baru, yakni durian Musang King.

Melansir VNExpress, didorong oleh permintaan besar dari China, Raub bertransformasi menjadi pusat durian Malaysia. Musang King, yang dijuluki sebagai “Hermès-nya durian”, menjadi bintang utama yang mengangkat ekonomi kota yang sebelumnya relatif sepi ini.

Menurut laporan The Straits Times, lereng-lereng perbukitan Raub kini dipenuhi sekitar 150.000 pohon durian yang tersebar di lahan negara seluas kurang lebih 2.000 hektare. Dari sinilah durian premium diekspor ke berbagai negara, terutama China.


Durian memang buah yang memicu perdebatan. Sebagian memujinya sebagai “raja buah” berkat rasa manis dan teksturnya yang lembut, sementara yang lain menghindarinya karena aroma menyengat. Namun di China, durian justru menemukan pasar yang nyaris tak terbatas.

Tak hanya dikonsumsi segar, durian di China kini menjelma menjadi berbagai produk olahan, mulai dari dessert modern hingga sajian tak lazim seperti milk tea durian dan hot pot durian.

Di antara banyak varietas durian, Musang King menempati kelas tersendiri. Rasanya pahit-manis khas dan statusnya sebagai durian premium membuatnya disandingkan dengan merek mewah asal Prancis, Hermès, yang terkenal dengan tas Birkin seharga puluhan ribu dolar AS.

Baca Juga: Meski Dunia Bergejolak, Vietnam Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 10%

“Begitu saya mencicipi durian Malaysia, pikiran pertama saya adalah, ‘Wah, ini enak sekali. Saya harus menemukan cara membawanya ke China,’” ujar Xu Xin, importir durian di China timur laut, kepada BBC.

Di Asia Tenggara, harga durian umumnya mulai dari di bawah US$ 2 per buah. Namun untuk varietas premium seperti Musang King, harganya bisa melesat hingga US$ 14 sampai US$ 100 per buah, tergantung kualitas dan musim panen.

China kini menyerap sekitar 60% ekspor durian Malaysia, menjadikannya pasar terbesar bagi buah tersebut. Berdasarkan data Bernama, sepanjang 2018 hingga Juni 2025, Malaysia mengirimkan 115.359 ton produk durian ke China — termasuk daging durian, pasta, serta durian beku dan segar — dengan nilai total mencapai RM 6,37 miliar atau sekitar US$ 1,51 miliar.

Pada 2024 saja, nilai impor durian Malaysia ke China mencapai RM 1 miliar, menyusul kesepakatan bilateral yang akhirnya membuka keran ekspor durian segar. Sebelumnya, Malaysia hanya diizinkan mengekspor durian dalam bentuk beku.

Meski pangsa pasar Malaysia masih kecil dibanding Thailand dan Vietnam sebagai pemasok utama durian ke China, reputasi Musang King sebagai durian premium membuat Malaysia punya posisi khusus.

Raub, yang kini dijuluki “Kota Durian Musang King”, menjadi salah satu penerima manfaat terbesar dari lonjakan permintaan tersebut.

“Tanah di Raub sangat cocok untuk durian, iklimnya juga mendukung,” kata Lu Yuee Thing, pemilik Uncle Thing Durian Leisure Farm. Menurutnya, kondisi geografis Raub ideal untuk menghasilkan Musang King berkualitas tinggi.

Baca Juga: Meski Dunia Bergejolak, Vietnam Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 10%