Angkatan Laut AS: Ancaman terbesar Amerika datang dari Rusia dan China



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Pimpinan Angkatan Laut AS Kenneth Braithwaite mengatakan, terorisme bukan lagi ancaman terbesar yang dihadapi AS saat ini. Hal tersebut dia ungkapkan saat melakukan dengar pendapat tentang kesiapan Angkatan Laut dan Korps Marinir. 

Melansir Military.com, Braithwaite menilai, saat ini ancaman terbesar bagi AS datang dari Rusia dan China. Oleh karenanya, Angkatan Laut AS harus mengatur ulang strategi untuk mengatasinya.

"Untuk memenuhi tantangan maritim unik dari teater Atlantik, kami akan mengganti nama Komando Pasukan Armada menjadi Armada Atlantik AS. Kami akan memfokuskan kembali pasukan angkatan laut kami di wilayah penting ini pada misi awal mereka - mengendalikan pendekatan maritim ke Amerika Serikat dan sekutu kami," jelas Braithwaite.


Armada Atlantik, kata Braithwaite, akan menghadapi angkatan laut Rusia, yang telah mengerahkan armadanya lebih dekat ke Pantai Timur AS. Braithwaite berencana mengunjungi Komando Pasukan Armada di Norfolk, Virginia, untuk membicarakan perubahan itu.

Baca Juga: Libatkan semua kapal perang, Rusia gelar latihan militer besar-besaran

Military.com memberitakan, Armada Atlantik AS dibangun pada tahun 1906, tetapi namanya diubah menjadi Komando Pasukan Armada pada pertengahan tahun 2000-an, setelah militer mengalihkan fokusnya ke misi di Timur Tengah. Komando Pasukan Armada mengawasi misi Angkatan Laut untuk melindungi tanah air, serta yang ada di Atlantik.

Langkah untuk mengembalikan kembali Armada Atlantik mengikuti keputusan Angkatan Laut 2018 untuk membangun kembali Armada ke-2 AS demi melawan kehadiran Rusia di Atlantik. Armada ke-2 AS saat ini berada di bawah Komando Pasukan Armada.

Baca Juga: Kapal selam nuklir Rusia luncurkan rudal jelajah dalam uji coba terbaru

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie