Antam (ANTM) catat penjualan bijih nikel tumbuh 519,04% pada kuartal III 2020



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah melaporkan hasil produksi dan penjualan emas, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melaporkan kinerja operasional segmen nikel. Berdasarkan laporan kuartalan yang diterima Kontan.co.id, Jumat (23/10), ANTM mencatatkan produksi feronikel (unaudited) sebesar 6.371 ton nikel dalam feronikel (TNi).

Realisasi ini tumbuh 6% dibandingkan capaian produksi pada periode triwulan ketiga tahun 2019 yakni sebesar 6.035 TNi.

Sementara dari sisi penjualan (unaudited) feronikel pada kuartal ketiga 2020 tercatat mencapai 6.462 TNi. Jika diakumulasikan, capaian kinerja produksi dan penjualan unaudited feronikel Antam sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2020 masing-masing sebesar 19.133 TNi dan 19.507 TNi.


Baca Juga: Harga emas hari ini (22/10) di Butik Emas Antam turun Rp 4.000 per gram

Untuk komoditas bijih nikel, ANTM mencatat volume produksi bijih nikel (unaudited) yang digunakan sebagai bahan baku pabrik feronikel ANTM dan penjualan kepada pelanggan domestik pada kuartal ketiga mencapai 1,49 juta wet metric ton (wmt).

Realisasi ini melesat 100% bila dibandingkan capaian produksi bijih nikel pada periode triwulan kedua tahun 2020 yang hanya  745 ribu wmt.

Sementara capaian penjualan (unaudited) bijih nikel pada kuartal ketiga 2020 tercatat sebesar 1,04 juta wmt, tumbuh 519,04% secara signifikan jika dibandingkan dengan tingkat penjualan pada kuartal kedua yang hanya 168 ribu wmt.

Secara akumulasi, sepanjang periode sembilan bulan pertama 2020, produksi (unaudited) bijih nikel emiten pelat merah ini mencapai 2,86 juta wmt dengan tingkat penjualan unaudited mencapai 1,21 juta wmt.

SVP Corporate Secretary Aneka Tambang Kunto Hendrapawoko menyampaikan, tumbuhnya kinerja segmen nikel seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi global serta tumbuhnya tingkat permintaan nikel.

Saat ini, ANTM berfokus dalam pengembangan pasar domestik bijih nikel seiring dengan outlook pertumbuhan industri pengolahan nikel di dalam negeri.

“Sejalan dengan ditetapkannya Harga Patokan Mineral Logam di dalam negeri oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, memberikan tingkat harga jual mineral dalam negeri yang lebih kompetitif dan hal tersebut memberikan peluang bagi ANTM untuk meningkatkan jangkauan pemasaran bijih nikel di dalam negeri,” ujar Kunto dalam keterangan resmi, Jumat (23/10).

Editor: Yudho Winarto