Asaki sambut positif pelonggaran ketentuan Zero ODOL bagi industri keramik



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kabar gembira baru saja menghampiri industri keramik. Pasalnya, keramik menjadi salah satu kategori komoditas yang mendapatkan kelonggaran pemberlakuan program Zero Over Dimension dan Over Loading alias ODOL bersama dengan keenam komoditas lainnya yang meliputi semen, baja, kaca lembaran, beton ringan, air minum dalam kemasan (AMDK), serta pulp dan kertas berdasarkan rapat lintas kementerian yang berlangsung 24 Februari 2020 lalu.

Menyikapi hal ini, Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki)  Edy Suyanto mengatakan pihaknya menyambut baik dan mengapresiasi langkah yang telah diambil pemerintah.

Baca Juga: Awal 2023, Kemenhub akan larang kendaraan over dimensi (ODOL) secara penuh


Apalagi, industri keramik dalam negeri saat ini masih dibayang-bayangi oleh adanya kondisi ketidakpastian pada perekonomian domestik dan global akibat gangguan Virus Corona serta fenomena-fenomena lainnya.

“Dengan kondisi saat ini produk lokal sudah kesulitan bersaing secara harga jual, apalagi (kalau) mesti dikenai tambahan biaya pengiriman ODOL,” kata Edy kepada Kontan.co.id (24/2).

Lebih lanjut, Edy menjelaskan bahwa biaya angkut/pengiriman keramik memiliki porsi yang tidak sedikit. Saat ini saja misalnya, biaya angkut/pengiriman keramik  sudah mencapai sekitar 15% dari harga jual rata-rata keramik.

Editor: Yudho Winarto