Asdeki perkirakan kerugian akibat banjir bisa ratusan miliar



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Banjir yang merendam sejumlah wilayah di Jakarta dan sekitarnya membuat proses kerja perusahaan depo peti kemas terhambat. Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (Asdeki) bahkan menaksir kerugian akibat banjir bisa menyentuh ratusan miliar rupiah.

Ketua Umum DPP Asdeki, Muslan menuturkan, hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya telah merendam daerah sekitar depo Kawasan Berikat Nusantara (KBN) dan akses menuju ke sana. Akibatnya, aktivitas operasional dari 20%-25% anggota Asdeki Jakarta mengalami kendala.

"Banjir terjadi di hari Senin dan Selasa (24-25 Februari), di KBN Cakung. Genangan air selain yang berada di dalam depo juga di sejumlah jalan menuju depo. Berdampak arus pergerakan container mengalami gangguan distribusi," ungkap Muslan kepada Kontan.co.id, Selasa (25/2).


Baca Juga: Bisa ambil cuti 1 bulan saat banjir, PNS tetap dapat gaji dan tunjangan

Adapun, depo kontainer yang sudah menjadi anggota Asdeki Jakarta berjumlah 34 perusahaan. Secara nasional, ada 107 perusahaan depo kontainer yang menjadi anggota Asdeki yang tersebar di delapan provinsi.

"Akibat banjir yang merendam sejumlah ruas jalan di Jakarta dan sekitarnya ini, usaha sektoral di segala macam bisnis, khususnya yang berkaitan dengan bisnis logistik terhambat," sebut Muslan yang juga menjabat sebagai Ketua DPW Asdeki Jakarta.

Kendati begitu, Muslan mengatakan, pihaknya menjamin kegiatan depo kontainer masih tetap berjalan karena masih ada 75% atau 26 Perusahaan depo kontainer di Jakarta yang tetap melayani kegiatan seperti biasa. "Dan kami menghimbau kepada seluruh anggota untuk tetap melayani pengguna Jasa," imbuhnya.

Menurut Muslan, banjir dua hari yang menggenangi depo mengakibatkan turunnya aktivitas keluar masuk kontainer sebesar 25% dari total kegiatan normal yang rata-rata setiap hari mampu mencapai 34.000 sampai 40.000 TEUs. Muslan menaksir, kerugian materi dari pergerakan tersebut sekitar Rp 12 miliar per hari.

Editor: Yudho Winarto