Awal pekan, 9 sektor bikin IHSG berseri



JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan pekan lalu pada perdagangan, Senin (30/5). Mengacu data RTI, indeks dibuka naik 0,46% ke level 4.836,838 pukul 09.26 WIB.

Tercatat 111 saham bergerak naik, 47 saham turun, dan 86 saham stagnan. Di awal perdagangan hari ini melibatkan 669 juta lot saham dengan nilai Rp 568,78 miliar.

Sembilan dari 10 indeks sektoral menopang laju IHSG. Sektor keuangan memimpin penguatan 1,03%, dan diikuti infrastruktur naik 0,61%, industri dasar naik 0,44%, serta konstruksi naik 0,33%. Sementara, hanya sektor pertanian yang turun 0,10%.


Tak hanya itu, aksi beli asing turut menyokong IHSG. Di pasar reguler, aksi beli asing sekitar Rp 105,350 miliar dan keseluruhan pasar beli asing sekitar Rp 102,937 miliar.

Lucky Bayu Purnomo, analis Danareksa mengatakan kinerja harian IHSG cenderung menguat disertai konsolidasi yang berada dikisaran oversold atau jenuh jual sejak 23 Mei 2016.

"Akhir pekan lalu, indeks berhasil melampaui garis resisten pada 4.800 dengan sinyal menguat menguji level selanjutnya pada kisaran 4.825 dan 4.866," katanya dalam riset yang diterima KONTAN.

Lucky melihat kinerja iHSG akan cenderung menguat dengan target support di level 4.800.

Adapun saham-saham pilihan Lucky hari ini adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT XL Axiata Tbk (EXCL).

Saham EXCL direkomendasikan sell, lantaran kinerjanya melemah setelah berada pada kisaran jenuh beli atau overbought.

Setelah menguat sejak 25 Mei lalu, Lucky bilang, saham emiten telekomunikasi ini telah berada pada kisaran upper band dari indikator bollinger band disertai distribusi sinyal pelemahan. Oleh karena itu, dia merekomendasikan sell saham EXCL.

Sementara BBRI rekomendasinya buy dengan target harga Rp 10.000 -Rp 10.800 karena secara teknikal masih berpotensi menguat.

Lucky menjelaskan, kinerja harian saham BBRI cenderung menguat disertai dengan kinerja indikator parabolic stop and reverse (SAR) dengan sinyal positif dan melampaui rata-rata kinerja harga selama 20 hari sebelumnya.

Editor: Yudho Winarto