Awas, OJK tetapkan 28 perusahaan investasi ini ilegal



KONTAN.CO.ID - Jakarta. Penipuan dengan modus investasi ilegal yang menguntungkan marak terjadi. Agar Anda tidak menjadi korban penipuan oleh investasi ilegal, hindari menjadi nasabah di berbagai perusahaan ini. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan ada 28 perusahaan investasi ilegal per Maret 2021.

Pengumuman daftar perusahaan investasi ilegal tersebut merupakan hasil penelusuran Satgas Waspada Investasi ( SWI). SWI adalah satgas dari lintas instansi pemerintah yang menelusuri perusahaan investasi ilegal untuk mencegah kerugian masyarakat.

SWI terdiri dari 13 kementerian dan lembaga. Terbaru, SWI memblokir Tiktok Cash dan Snack Video. "Kami sudah bahas dengan pengurus Snack Video dan terdapat kesepakatan untuk menghentikan kegiatannya sampai izin diperoleh. Kami meminta Kementerian Kominfo menghentikan aplikasi TikTok Cash yang berpotensi merugikan masyarakat," kata Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing dalam keterangan tertulisnya.


Aplikasi tersebut diminta menghentikan kegiatannya karena tidak terdaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Kementerian Kominfo.

SWI juga menemukan 26 perusahaan investasi ilegal yang beroperasi tanpa izin dari otoritas yang berwenang dan berpotensi merugikan masyarakat. Masyarakat harus menghindari perusahaan investasi ilegal itu agar tidak menjadi korban.

Baca juga: Jelang pembukaan bursa, ini rekomendasi saham pilihan ADRO CTRA HEAL hari Senin (8/3)

Perusahaan investasi ilegal itu beroperasi dalam berbagai kegiatan usaha, antara lain

  • 14 kegiatan money game
  • 6 Crypto Aset, Forex dan Robot Forex tanpa izin
  • 3 penjualan langsung atau direct selling tanpa izin
  • 1 equity crowdfunding tanpa izin
  • 1 penyelenggara konten video tanpa izin
  • 1 sistem pembayaran tanpa izin
  • 2 kegiatan lainnya
Berikut daftar perusahaan investasi ilegal dikutip dari situs resmi OJK per Maret 2021:

1. PT Berbagi Bintang Teknologi (Stasashi)

Equity Crowdfunding tanpa izin

2. PT Prioritas Inti Sejahtera (Smart In Pays)

Sistem pembayaran tanpa izin

3. thetokole.com

E-commerce dengan sistem penjualan langsung tanpa izin

4. Totole (mytotole.com)

E-commerce dengan sistem penjualan langsung dengan menggunakan logo OJK tanpa izin

5. PT Sukses Indonetwork Digital/VITO

Penjualan langsung tanpa izin

Simak daftar perusahaan investasi ilegal di halaman selanjutnya

Editor: Adi Wikanto