Bagi pelaku bisnis kemasan, segmen pasar UMKM masih menarik digarap



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dinilai masih menjadi segmen pasar yang menjanjikan bagi pelaku industri kemasan. Pandangan ini kemudian menguat seiring adanya upaya pemerintah dalam mendukung industri UMKM.

Seperti diketahui, belakangan pemerintah memang tengah jor-joran menggelontorkan beragam stimulus untuk mendukung ketahanan industri UMKM. Terbaru, pemerintah dikabarkan tengah menyiapkan dua stimulus baru, yakni berupa bantuan langsung tunai (BLT) senilai Rp 2,4 juta kepada 12 juta usaha kecil dengan anggaran sekitar Rp 30 triliun dan kredit modal kerja tanpa bunga sebesar Rp 2 juta per debitur usaha mikro atau ulta mikro.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) Lukman Hakim mengatakan, saat ini permintaan kemasan plastik dari pelaku usaha UMKM masih menunjukkan tren peningkatan.


“Prospek masih bagus, karena masyarakat masih butuh kemasan plastik terutama di sektor makanan dan minuman, UKM, online food delivery,” terang Lukman saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis (13/8).

Baca Juga: Penjualan tertekan di semester I 2020, ini penjelasan Panca Budi Idaman (PBID)

Untuk diketahui, penjualan kemasan plastik Panca Budi Idaman memang menyasar pelaku usaha UMKM. Saat ini, PBID memiliki lebih dari 10.000 pelanggan toko-toko tradisional di berbagai wilayah Indonesia.

Sepanjang semester pertama tahun ini, segmen usaha penjualan plastik kemasan tercatat menyumbang penjualan sebesar Rp 1,18 triliun atau setara dengan 63,65% dari total penjualan konsolidasi PBID di periode tersebut. Sekitar 36,35% penjualan lainnya berasal dari penjualan biji plastik sebesar Rp 564,23 miliar dan lain-lain Rp 109,70 miliar.

Lukman bilang, beragam stimulus yang digelontorkan pemerintah kepada pelaku usaha UMKM berpeluang mengungkit permintaan kemasan plastik ke depannya. Melihat kondisi ini, Lukman bilang pihaknya siap mengerek volume produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar apabila diperlukan.

“Seiring dengan stimulus pemerintah, kami optimis permintaan kemasan plastik akan naik,” ujarnya.

Peluang pasar kemasan di segmen pasar pelaku usaha UMKM juga diendus oleh produsen kertas dan bahan kimia, PT Alkindo Naratama Tbk. Emiten berkode saham ALDO tersebut baru saja menekuni bisnis kemasan makanan (food packaging) sejak kuartal pertama tahun ini melalui produk baru paper box yang terbuat dari kertas cokelat. Target pasarnya tidak lain ialah para pelaku usaha UMKM.

“Jadi kalau misalnya sebelumnya kami biasa memasok kertas ke pabrik corrugated, lalu kemudian pabrik corrugated yang akan memproduksi kemasan kertas boksnya ke industri makanan dan minuman dan lain-lain, kali ini untuk produk baru  kita putus rantai distribusinya langsung ke UMKM,” kata Direktur Utama Alkindo Naratama Herwanto Sutanto dalam paparan publik yang dihelat secara virtual, Kamis (13/8).

Kegiatan produksi produk baru food packaging ini dilakoni langsung oleh  Alkindo Naratama selaku entitas induk. Sementara bahan baku kertas cokelat yang dibutuhkan dalam pembuatan produk baru dipasok oleh entitas anak usaha PT Eco Paper Indonesia (EPI) yang diakuisisi pada tahun lalu.

Herwanto mengatakan, penjualan produk baru paper box mendapat respon yang positif dari pelaku usaha UMKM. Oleh karenanya, ALDO telah memperluas jangkauan penjualan produk baru.

Kini, produk baru paper box telah menjangkau para pelaku usaha UMKM di beberapa wilayah di luar Pulau Jawa seperti Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kalimantan  Barat, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Selatan. Mulanya, distribusi penjualan paper box hanya menjangkau para pelaku usaha UMKM yang berada di wilayah Jawa Barat, Jabodetabek, dan Jawa Timur.

Baca Juga: Industri plastik berpotensi terpukul jika ada gelombang kedua wabah corona

Editor: Khomarul Hidayat